Artikel

Dulu Leluhur Membaca Musim, Kini Alam Tak Lagi Memberi Kepastian

Dulu, para leluhur mampu menentukan waktu terbaik untuk mulai menanam padi hanya berbekal pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pola musim yang relatif stabil membuat alam menjadi “kalender” yang dapat dipercaya.

Kini, kondisi itu berubah. Bahkan prakiraan cuaca dan iklim yang didukung teknologi modern pun semakin menghadapi tantangan akibat perubahan iklim yang membuat pola musim menjadi lebih sulit diprediksi.

Fenomena El Niño yang terjadi saat ini bukan sekadar menghadirkan musim kemarau yang lebih panjang. Di banyak wilayah, dampaknya berpotensi mengurangi ketersediaan air, mengganggu produksi pangan, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, serta memengaruhi kehidupan jutaan masyarakat yang bergantung pada alam.

Ironisnya, kelompok yang paling merasakan dampak tersebut sering kali adalah petani, nelayan, dan masyarakat adat—mereka yang justru memiliki jejak emisi karbon paling kecil. Perubahan iklim memperlihatkan bahwa krisis lingkungan bukan lagi persoalan masa depan, melainkan kenyataan yang sudah memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ancaman perubahan iklim bukan hanya tentang suhu bumi yang terus meningkat. Dampaknya kini telah hadir di sekitar kita—di sawah yang gagal panen, di sungai yang mulai mengering, di harga pangan yang berfluktuasi, dan pada akhirnya, di meja makan setiap keluarga. Menghadapi kondisi ini memerlukan upaya bersama untuk menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, dan mempercepat langkah menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.

https://www.instagram.com/p/Damu4HSgS6P/?img_index=6

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO