Gubernur jadikan TPA Suwung taman kota setelah seluruh sampah diolah

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkap rencana besar pasca penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Ia menyatakan bahwa lahan seluas 32 hektar yang kini menjadi tumpukan sampah setinggi 35 meter akan ditransformasi menjadi taman kota yang asri dan bermanfaat bagi masyarakat, setelah seluruh sampah diolah secara modern.
“Kalau sudah itu berjalan (pengolahan sampah), maka sampah di sana habis, maka kita akan tata menjadi taman kota,” kata Gubernur Koster saat ditemui di Denpasar, Selasa.
TPA Suwung, yang mulai beroperasi sejak 1980-an sebagai tempat pembuangan sampah regional untuk Denpasar dan Badung, kini dinilai sudah tidak layak lagi. Selain karena volume sampah yang masif, keberadaan “gunung sampah” di tengah kawasan perkotaan dinilai merusak citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.
“Kan malu sebagai daerah wisata, di pusat kota kok ada tumpukan sampah. Sudah tidak baik. Tanpa diperintah Menteri Lingkungan Hidup pun, saya sudah mengatakan ini tidak layak—hanya butuh waktu untuk menyelesaikannya,” tegas Koster.
Ia membantah isu-isu hoaks yang beredar soal rencana pembangunan komersial di lahan TPA Suwung. Menurutnya, fokus utama adalah menyulap area tersebut menjadi ruang publik yang hijau, rapi, dan berfungsi sebagai ruang olahraga terbuka serta area rekreasi warga.
Dari Sampah ke Energi: Rencana Insenerator 2027
Meskipun program pengelolaan sampah berbasis sumber seperti teba modern, TPS3R, dan TPST telah digalakkan—termasuk rencana pemasangan 4.700 teba modern di Denpasar—Koster menyadari bahwa solusi itu belum cukup menangani seluruh volume sampah.
Untuk itu, Pemprov Bali menyiapkan solusi jangka panjang: pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui teknologi insenerator (insinerasi).
“Kalau hanya mengandalkan teba dan TPS3R, belum selesai semua. Kita butuh insenerator,” ujarnya.
Teknologi ini saat ini masih menunggu payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) baru, yang sedang diproses di tingkat pusat. “Kemarin Menko Pangan bilang, mudah-mudahan minggu depan selesai,” kata Koster.
Setelah Perpres terbit, proses administrasi diperkirakan memakan waktu 6 bulan, dilanjutkan dengan konstruksi selama 1,5 tahun. Dengan skenario tercepat, fasilitas insenerator bisa mulai beroperasi pada pertengahan 2027.
Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi ini tidak akan dibangun di lokasi TPA Suwung, melainkan di lokasi terpisah. Pemerintah daerah akan menyediakan lahan seluas 5 hektare, sementara investasi pembangunan diperkirakan mencapai Rp2 triliun—yang berasal dari sektor swasta, bukan anggaran pemerintah pusat.
“Minimal akan mengolah 1.000 ton sampah per hari. Kalau ini sudah berjalan, masalah sampah di Bali bisa beres,” ucap Koster optimis.
Kolaborasi dengan PLN juga akan dibangun, karena listrik yang dihasilkan dari pembakaran sampah akan dijual sebagai sumber energi baru terbarukan.
Tanggung Jawab Bersama di Bawah Kepemimpinan Provinsi
Koster menekankan bahwa penanganan sampah bukan lagi kewajiban kota atau kabupaten semata, melainkan tanggung jawab bersama di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Bali.
“Kami tidak ingin melempar tanggung jawab ke Denpasar atau Badung. Kita harus bersatu, di bawah kendali provinsi, untuk menyelesaikan masalah ini secara komprehensif.”
Penutupan permanen TPA Suwung yang direncanakan akhir 2025 bukan karena tekanan dari proyek investasi strategis di sekitarnya, melainkan murni karena alasan lingkungan dan kelayakan kota.
Masa Depan yang Lebih Hijau
Rencana transformasi TPA Suwung menjadi taman kota adalah simbol perubahan paradigma: dari membuang sampah menjadi mengelolanya sebagai sumber daya, dan dari beban lingkungan menjadi aset publik.
Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, dalam beberapa tahun ke depan, “gunung sampah” yang selama puluhan tahun mengotori Denpasar akan berganti menjadi hijauan kota yang menyehatkan, memperindah, dan memperkuat kualitas hidup warganya.
Bagi Bali, ini bukan sekadar solusi teknis, tapi komitmen kuat untuk bertanggung jawab terhadap bumi, pariwisata, dan generasi mendatang.
Sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




