Berita

Gubernur laporkan program Bali mandiri energi ke menteri PPN

Melampaui Pariwisata Menuju Kemandirian Berkelanjutan

Gubernur Bali, Wayan Koster, baru-baru ini melaporkan sejumlah program unggulan yang berfokus pada kemandirian daerah kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Program-program ini, yang secara kolektif berorientasi pada kemandirian Energi, Pangan, dan Air, menandai pergeseran fokus Bali dari sekadar destinasi pariwisata menuju model pembangunan berkelanjutan yang didukung penuh oleh pemerintah pusat.

Program Bali Mandiri Energi: Menghindari Risiko “Blackout”

Prioritas utama yang dilaporkan Gubernur Koster adalah Program Bali Mandiri Energi, yang bertujuan mencapai swasembada energi melalui percepatan pemanfaatan Energi Terbarukan (EBT), khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Alasan Kebutuhan Mendesak

  • Ketergantungan Pasokan: Saat ini, sebagian besar pasokan listrik Bali masih sangat bergantung pada PLTU Paiton di Jawa Timur, yang disalurkan melalui kabel bawah laut.
  • Risiko Blackout: Ketergantungan pada infrastruktur bawah laut dinilai sangat riskan. Kerusakan pada kabel tersebut telah beberapa kali menyebabkan pemadaman listrik massal (blackout) di Bali, menimbulkan risiko besar bagi perekonomian dan masyarakat.

Aksi Strategis

Pemerintah Provinsi Bali mendorong pemasangan panel surya secara masif (PLTS Atap) terutama pada sektor-sektor konsumsi energi besar, seperti perkantoran, industri, pusat perbelanjaan (mal), dan perhotelan.

Program Bali Mandiri Pangan dan Air

Selain energi, kemandirian Bali diperkuat melalui dua sektor krusial lainnya:

1. Bali Mandiri Pangan: Penguatan Sektor Organik

Program ini berfokus pada pengurangan ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dengan memanfaatkan dan memperkuat potensi lokal di sektor pertanian.

  • Fokus Pertanian Organik: Pemerintah daerah mendorong pengembangan pertanian organik untuk komoditas pangan lokal Bali, seperti beras, buah-buahan, bawang merah, cabai, sayur-mayur, serta komoditas unggulan seperti cokelat dan kopi asli Bali.
  • Tujuan: Memperkuat sektor pangan lokal demi memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga ketahanan pangan daerah.

2. Bali Mandiri Air: Konservasi dan Pelarangan Plastik

Tujuan program ini adalah memastikan ketersediaan air bersih yang merata dan konservasi sumber daya air.

  • Konservasi Sumber Daya Air: Upaya ditekankan pada pelestarian sumber-sumber mata air alami seperti danau, sungai, dan laut, serta memastikan pemanfaatan air yang berkeadilan di seluruh daerah.
  • Kebijakan Lingkungan Pendukung: Program ini diiringi dengan kebijakan larangan penggunaan air minum kemasan plastik sekali pakai di bawah 1 liter sebagai langkah konkret untuk mengurangi timbulan sampah plastik dan menjaga kebersihan alam Bali.

Transformasi Pariwisata: Kualitas dan Penertiban

Gubernur Koster juga melaporkan upaya Pemprov Bali untuk mengubah citra dan kualitas pariwisata Bali:

  • Fokus Kualitas dan Berkelanjutan: Misi saat ini adalah mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, dengan target menarik turis yang berkualitas (quality tourism) dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat lokal.
  • Penegakan Hukum: Untuk menjaga ketertiban dan jati diri daerah, dilakukan penertiban terhadap praktik yang tidak bertanggung jawab, termasuk:
    • Penertiban turis yang melanggar aturan.
    • Penertiban usaha ilegal yang dimiliki oleh pihak asing, termasuk penyalahgunaan visa dan usaha tanpa izin.

Dukungan Bappenas dan Kearifan Lokal

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyambut baik dan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program kemandirian Bali tersebut.

  • Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan: Menteri PPN menegaskan bahwa program-program tersebut sejalan dengan program pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh kementeriannya.”Bali ingin mandiri pangan, energi, air, kami akan rumuskan agar bisa tercapai, swasembada pangan dimulai dengan pangan organik, kemandirian air dimulai dengan pembersihan alam dan kemandirian energi dengan energi bersih.”
  • Bali sebagai Role Model: Menteri PPN menyoroti bahwa Provinsi Bali sejak dulu telah menjadi percontohan (role model) dalam pembangunan nasional, terutama karena kemampuannya dalam menjadikan kearifan lokal sebagai landasan pembangunan.
  • Landasan Tri Hita Karana: Ditekankan bahwa Bali telah mendahului dalam memperhatikan lingkungan karena memiliki kearifan lokal Tri Hita Karana filosofi yang menyelaraskan kehidupan antara alam (parhyangan), manusia (pawongan), dan sang pencipta (palemahan). Bappenas mendorong agar pendekatan berbasis kearifan lokal ini dapat diterapkan juga oleh daerah lain.

sumber:

https://www.antaranews.com/berita/5243369/gubernur-laporkan-program-bali-mandirienergi-ke-menteri-ppn

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO