Kegiatan LH

Hari Margasatwa sedunia: 3 Maret 2026

Menilik Urgensi Pelestarian Tanaman Obat dan Aromatik

Setiap tanggal 3 Maret, masyarakat global memperingati Hari Margasatwa Sedunia (World Wildlife Day). Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat vital bahwa keberlangsungan hidup manusia mulai dari kebutuhan pangan, bahan bakar, obat-obatan, hingga sandang dan papan—sangat bergantung pada sumber daya keanekaragaman hayati.

Misi Utama Hari Margasatwa Sedunia

Peringatan ini membawa tiga misi krusial bagi keberlangsungan bumi:

  • Inspirasi Tindakan Berkelanjutan: Memperkuat kembali hubungan antara manusia dengan dunia alam, baik hewan maupun tumbuhan.
  • Edukasi Manfaat Biodiversitas: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kekayaan manfaat dari flora dan fauna liar yang beragam.
  • Memerangi Kejahatan Lingkungan: Menyoroti kebutuhan mendesak untuk melawan kejahatan terhadap satwa liar dan degradasi spesies tanaman akibat aktivitas manusia yang berdampak buruk secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Sejarah Singkat

Momentum ini berakar dari penandatanganan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Hewan dan Tumbuhan Langka (CITES) pada tahun 1973. Secara resmi, Sidang Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 3 Maret sebagai Hari Margasatwa Sedunia pada 20 Desember 2013.

Fokus Tahun 2026: Konservasi Flora

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang sering menonjolkan fauna, tema tahun 2026 memberikan panggung utama bagi dunia tumbuhan:

“Medicinal and Aromatic Plants: Conserving Health, Heritage and Livelihoods” (Tanaman Obat dan Aromatik: Melestarikan Kesehatan, Warisan Budaya, dan Mata Pencaharian).

Tema ini menyoroti peran penting tanaman aromatik dan medis dalam menjaga kesehatan global serta menyokong mata pencaharian komunitas lokal. Saat ini, spesies-spesies berharga tersebut tengah menghadapi ancaman serius akibat:

  1. Hilangnya habitat asli.
  2. Praktik panen yang berlebihan (over-harvesting).
  3. Dampak perubahan iklim global.

Relevansi bagi Indonesia: Kembali ke Akar Budaya

Peringatan tahun ini menjadi panggilan bagi pemerintah, komunitas pedesaan, hingga masyarakat adat untuk memastikan pemanfaatan tanaman dilakukan secara berkelanjutan.

Bagi Indonesia, momentum ini adalah saat yang tepat untuk kembali melestarikan kekayaan jamu dan obat herbal tradisional. Penggunaan bahan alami seperti rimpang (kunyit, jahe), akar, daun, dan buah-buahan bukan hanya sekadar upaya menjaga kesehatan, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga warisan budaya dan menjaga kelestarian flora asli nusantara agar tetap bisa dinikmati generasi mendatang.

sumber:

https://www.kompasiana.com/jiminandri/69a7c1bfc925c46b415aae62/hari-margasatwa-sedunia-3-maret-2026

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO