Berita

ITDP Indonesia gelar multistakeholder dialogue untuk kembangkan strategi pengisian daya kendaraan listrik yang inklusif dan berkelanjutan

ITDP Indonesia, dengan dukungan ViriyaENB, menyelenggarakan Multistakeholder Dialogue pada 27 November 2025 di Jakarta untuk merumuskan strategi pengisian daya kendaraan listrik yang inklusif dan berkelanjutan. Forum ini menyoroti kesenjangan infrastruktur yang menjadi hambatan utama dalam adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Berikut adalah poin-poin informatif berdasarkan hasil dialog dan survei tersebut:

1. Urgensi Infrastruktur: Krisis Kepercayaan Publik

Data survei ITDP terhadap 1.920 responden di empat kota metropolitan menunjukkan hambatan psikologis dan teknis yang signifikan bagi calon pengguna:

  • Keraguan Publik: Sebanyak 78% masyarakat merasa ragu terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya publik.
  • Kendala Domestik: 80% responden belum yakin bahwa mereka dapat melakukan pengisian daya secara mandiri di rumah mereka.

2. Partisipasi Kelompok Rentan & Pengguna Prioritas

Dialog ini secara khusus melibatkan perwakilan kelompok yang berpotensi menjadi pengguna utama kendaraan listrik roda dua, namun sering terabaikan dalam perencanaan teknis:

  • Peserta: Melibatkan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), GERKATIN (Tunarungu), PPDI (Penyandang Disabilitas), serta Persatuan Driver Gojek Indonesia.
  • Tujuan Inklusi: Kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan rekomendasi strategi pengisian daya mencakup aksesibilitas bagi warga di hunian padat, pekerja sektor informal, dan penyandang disabilitas.

3. Tantangan Nyata di Lapangan

Meskipun motor listrik diakui lebih hemat biaya operasional dan nyaman, ekosistem pendukungnya masih menghadapi kendala kompleks:

  • Faktor Hunian: Kemampuan pengisian daya di rumah sangat dipengaruhi oleh jenis tempat tinggal (rumah tapak, kos, rusun, atau apartemen).
  • Kapasitas & Aturan: Ketersediaan ruang, kapasitas daya listrik, serta aturan bangunan menjadi penghambat akses pengisian daya domestik.
  • Kebutuhan Aksesibilitas: Penyandang disabilitas masih kesulitan mendapatkan model motor listrik inklusif dan sering kali harus mengandalkan modifikasi kendaraan yang mahal.

4. Rekomendasi Strategis untuk Masa Depan

Para peserta menekankan beberapa poin kunci untuk mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik yang merata:

  • Titik Pengisian Komunal: Perlunya menghadirkan tempat pengisian daya bersama di tingkat permukiman untuk menjamin akses bagi warga di lingkungan padat.
  • Transparansi Informasi: Kejelasan mengenai biaya pengisian, skema subsidi, dan layanan purna jual sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
  • Dukungan Kebijakan: Diperlukannya pedoman teknis agar masyarakat dapat mengakses pengisian daya secara aman, mudah, dan dengan biaya terjangkau.

Strategi kendaraan listrik di Indonesia harus beralih dari sekadar penyediaan teknologi menuju pembangunan ekosistem yang inklusif, di mana warga berpenghasilan rendah dan penyandang disabilitas memiliki akses yang sama terhadap infrastruktur energi.

sumber:

https://itdp-indonesia.org/2026/02/itdp-indonesia-gelar-multistakeholder-dialogue-untuk-kembangkan-strategi-pengisian-daya-kendaraan-listrik-yang-inklusif-dan-berkelanjutan/?utm_source=BenchmarkEmail&utm_campaign=ITDP_Indonesia_Newsletter%3a_Februari_2026&utm_medium=email

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO