Artikel

Ketapang Kencana, Pohon Perindang yang Bisa Membantu Sekolah Menghadapi Terik Oktober

Terik matahari pada Oktober sering terasa lebih menyengat, terutama di lingkungan perkotaan yang dipenuhi beton, aspal, atap bangunan, dan halaman berlapis paving. Sekolah pun tidak luput dari kondisi ini. Lapangan menjadi panas, halaman terasa menyilaukan, dan area bermain anak kehilangan kenyamanan pada tengah hari.

Dalam situasi seperti itu, penghijauan sekolah bukan lagi sekadar urusan estetika. Pohon dapat menjadi bagian dari infrastruktur alami yang membantu menurunkan suhu, memberikan keteduhan, memperbaiki kualitas lingkungan, sekaligus menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman.

Salah satu jenis pohon yang cukup menarik untuk dipertimbangkan sebagai perindang adalah ketapang kencana. Bentuk tajuknya yang bertingkat, karakter visualnya yang menarik, serta kemampuannya memberikan keteduhan membuat tanaman ini banyak digunakan pada taman, halaman gedung, kawasan permukiman, hingga lingkungan pendidikan.

Namun, menanam pohon di sekolah sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan “pohon apa yang cepat rindang?”. Perlu dipikirkan pula bagaimana pohon tersebut tumbuh dalam jangka panjang, ruang yang tersedia bagi akar, kebutuhan pemeliharaan, keamanan siswa, hingga kontribusinya terhadap ekosistem sekolah.

Terik di Sekolah Bukan Sekadar Masalah Kenyamanan

Halaman sekolah yang minim pohon dapat mengalami peningkatan suhu cukup besar ketika matahari bersinar sepanjang hari.

Aspal, beton, paving, dan dinding bangunan menyerap energi matahari kemudian melepaskannya kembali sebagai panas. Fenomena seperti ini merupakan bagian dari urban heat island, ketika kawasan terbangun memiliki temperatur lebih tinggi dibandingkan daerah yang lebih banyak vegetasinya.

Bagi siswa, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada kenyamanan.

Lapangan yang sangat panas membuat kegiatan olahraga, upacara, maupun aktivitas luar ruang menjadi kurang nyaman. Ruang kelas yang terkena radiasi panas dari halaman dan atap juga dapat membutuhkan lebih banyak pendinginan.

Karena itu, pohon sebenarnya memiliki fungsi yang lebih besar dari sekadar penghias halaman.

Naungan pohon dapat mengurangi paparan langsung sinar matahari terhadap permukaan tanah dan bangunan. Pada saat bersamaan, proses evapotranspirasi dari daun membantu menciptakan kondisi mikroklimat yang lebih nyaman.

Mengapa Ketapang Kencana Menarik?

Ketapang kencana dikenal memiliki bentuk percabangan yang khas.

Cabangnya tumbuh relatif mendatar dan tersusun berlapis sehingga membentuk tajuk seperti payung bertingkat. Karakter inilah yang membuatnya banyak dipilih sebagai elemen lanskap.

Ketika sudah berkembang dengan baik, tajuknya dapat memberikan area teduh yang cukup luas.

Bagi sekolah, pohon dengan karakter seperti ini dapat ditempatkan di sekitar halaman, jalur pejalan kaki, taman, atau area berkumpul.

Keteduhan yang terbentuk kemudian dapat menciptakan ruang baru.

Area yang sebelumnya terlalu panas pada siang hari dapat berubah menjadi tempat siswa membaca, berdiskusi, beristirahat, atau melakukan kegiatan pembelajaran luar ruangan.

Dengan demikian, pohon tidak hanya memperbaiki lingkungan fisik, tetapi juga dapat mengubah cara ruang sekolah digunakan.

Pohon adalah Pendingin Alami

AC mendinginkan ruangan dengan menggunakan listrik.

Pohon melakukan sesuatu yang berbeda.

Daunnya menghalangi sebagian radiasi matahari sebelum mencapai permukaan tanah dan bangunan. Akar menyerap air, kemudian sebagian air dilepaskan melalui daun melalui proses transpirasi.

Proses tersebut membantu menurunkan temperatur di sekitar vegetasi.

Karena itu, kawasan yang memiliki tutupan pohon yang baik umumnya terasa lebih nyaman dibandingkan halaman terbuka yang seluruh permukaannya ditutup beton atau paving.

Strategi penghijauan sekolah dapat menjadi bentuk nature-based solution, yaitu menggunakan proses alami untuk membantu mengatasi persoalan lingkungan.

Bisa Membantu Mengurangi Beban Pendinginan

Pohon yang ditempatkan secara tepat juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke bangunan.

Bayangan pada dinding, jendela, atau area sekitar bangunan dapat mengurangi paparan langsung radiasi matahari.

Dalam jangka panjang, lingkungan sekolah yang lebih teduh berpotensi mengurangi kebutuhan pendinginan mekanis.

Artinya, pohon dapat memberikan manfaat berlapis.

Lingkungan menjadi lebih nyaman, konsumsi energi berpotensi turun, dan emisi tidak langsung dari penggunaan listrik pun dapat ikut berkurang.

Tentu manfaat tersebut sangat bergantung pada desain bangunan, lokasi pohon, ukuran tajuk, serta kondisi lingkungan sekolah.

Jangan Sampai Pohon Hanya Punya Lubang Kecil di Tengah Paving

Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam penghijauan kota maupun sekolah adalah menyediakan ruang tanam yang terlalu kecil.

Bibit terlihat baik ketika baru ditanam. Tetapi beberapa tahun kemudian, akar mulai kekurangan ruang.

Pohon merupakan makhluk hidup yang terus berkembang.

Jika kita menginginkan tajuk yang besar, maka akar juga membutuhkan ruang yang memadai.

Tanah di sekitarnya sebaiknya tidak seluruhnya ditutup dengan beton atau paving rapat. Air hujan perlu memiliki kesempatan untuk meresap, sementara akar membutuhkan udara dan ruang untuk berkembang.

Desain halaman sekolah yang baik dapat menggunakan kombinasi area keras dan area permeabel.

Selain memberikan ruang bagi akar, permukaan yang mampu menyerap air juga membantu mengurangi limpasan saat hujan.

Pohon dan Siklus Air

Penghijauan sekolah juga berkaitan erat dengan pengelolaan air.

Ketika hujan turun pada halaman yang seluruhnya tertutup beton atau paving, sebagian besar air langsung menjadi limpasan permukaan dan masuk ke saluran drainase.

Sebaliknya, keberadaan tanah dan vegetasi memberikan kesempatan bagi sebagian air untuk meresap.

Akar membantu memperbaiki struktur tanah, sedangkan tajuk pohon dapat memperlambat jatuhnya air hujan.

Karena itu, pohon dapat menjadi bagian dari strategi sustainable drainage.

Sekolah dapat menggabungkan pohon dengan taman resapan, biopori, rain garden, atau permukaan permeabel sehingga halaman tidak hanya hijau tetapi juga memiliki fungsi hidrologis.

Menjadi Habitat Kecil di Tengah Kota

Pohon di sekolah juga dapat menjadi rumah bagi kehidupan lain.

Burung, kupu-kupu, lebah, dan berbagai serangga dapat memanfaatkan vegetasi sebagai tempat beristirahat, mencari makanan, atau berlindung.

Jika penghijauan dilakukan menggunakan berbagai jenis tanaman, sekolah dapat membangun ekosistem kecil di tengah kawasan perkotaan.

Hal ini penting karena hilangnya vegetasi perkotaan menyebabkan habitat berbagai organisme semakin terfragmentasi.

Satu pohon mungkin terlihat sederhana.

Namun, jika ratusan sekolah membangun lingkungan yang lebih hijau, jaringan habitat kecil tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem kota yang lebih besar.

Sekolah Bisa Menjadi Laboratorium Lingkungan

Keuntungan lain dari menanam pohon di sekolah adalah nilai pendidikannya.

Siswa tidak hanya membaca tentang fotosintesis dari buku.

Mereka dapat mengamatinya secara langsung.

Mereka dapat mempelajari bagaimana pohon tumbuh, bagaimana akar menyerap air, mengapa daun berubah, bagaimana burung menggunakan pohon, hingga bagaimana temperatur berbeda antara area teduh dan area terbuka.

Bahkan sekolah dapat membuat proyek sederhana.

Siswa dapat mengukur suhu di bawah pohon dan di lapangan terbuka, mencatat jumlah burung yang datang, mengukur pertumbuhan batang, atau mengamati infiltrasi air hujan.

Dengan cara tersebut, penghijauan berubah menjadi laboratorium hidup.

Jangan Hanya Menanam, tetapi Rawat Sampai Dewasa

Program penanaman pohon sering memiliki satu kelemahan: keberhasilan dihitung dari jumlah bibit yang ditanam.

Padahal yang jauh lebih penting adalah berapa banyak pohon yang bertahan hidup setelah lima, sepuluh, atau dua puluh tahun.

Pohon muda membutuhkan air, perlindungan dari kerusakan, pemangkasan yang benar, serta ruang tumbuh yang cukup.

Sekolah dapat melibatkan siswa dalam kegiatan pemeliharaan sederhana.

Setiap kelas, misalnya, dapat memiliki beberapa pohon yang dipantau perkembangannya.

Cara seperti ini dapat membangun rasa memiliki terhadap lingkungan.

Ketapang Kencana Bukan Satu-satunya Pilihan

Ketapang kencana memang menawarkan banyak keunggulan sebagai tanaman lanskap.

Namun, penghijauan sekolah sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu jenis pohon.

Keanekaragaman tanaman penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat sekaligus mengurangi risiko jika suatu jenis pohon terkena penyakit atau hama tertentu.

Pemilihan pohon juga perlu mempertimbangkan karakter lokal.

Jenis yang sesuai dengan tanah, curah hujan, ruang tersedia, serta kondisi lingkungan umumnya memiliki peluang hidup lebih baik.

Sekolah dapat mengombinasikan pohon perindang, tanaman berbunga, tanaman buah tertentu, semak, dan penutup tanah.

Hasilnya bukan hanya halaman yang rindang, tetapi sebuah ekosistem sekolah.

Jangan Melupakan Keamanan

Pohon besar di lingkungan sekolah perlu dikelola dengan baik.

Kondisi batang, percabangan, akar, serta cabang mati perlu diperiksa secara berkala.

Pemangkasan juga harus dilakukan dengan metode yang benar.

Pemangkasan ekstrem hanya untuk mengecilkan tajuk tidak selalu menghasilkan pohon yang lebih aman. Dalam beberapa kondisi, pemotongan yang salah justru dapat menghasilkan tunas baru dengan struktur yang lebih lemah.

Karena itu, pohon harus dipandang sebagai aset jangka panjang yang membutuhkan manajemen.

Dari Halaman Panas Menjadi Ruang Belajar Hijau

Bayangkan sekolah dengan halaman yang sebagian besar tertutup beton.

Pada pukul 12 siang, lapangan terasa panas dan siswa memilih berada di dalam ruangan.

Sekarang bayangkan tempat yang sama dua puluh tahun kemudian.

Pohon-pohon telah tumbuh besar. Jalur pejalan kaki berada di bawah keteduhan. Area duduk dikelilingi vegetasi. Air hujan masuk ke taman resapan. Burung dan kupu-kupu kembali terlihat.

Perubahan seperti itu tidak terjadi secara instan.

Ia dimulai dari keputusan sederhana hari ini: memberikan ruang bagi pohon untuk tumbuh.

Pohon Perindang adalah Infrastruktur Sekolah

Selama ini, infrastruktur sekolah identik dengan ruang kelas, laboratorium, lapangan, pagar, dan fasilitas lainnya.

Sudah saatnya pohon dimasukkan ke dalam daftar tersebut.

Pohon memberikan layanan nyata: keteduhan, pendinginan, penyerapan air, penyimpanan karbon, habitat, serta ruang sosial bagi siswa.

Bedanya, infrastruktur ini tumbuh semakin besar dan memberikan semakin banyak manfaat jika dirawat dengan benar.

Menanam ketapang kencana atau pohon perindang lainnya bukan sekadar kegiatan penghijauan. Itu adalah investasi untuk menciptakan sekolah yang lebih teduh, sehat, nyaman, dan tahan menghadapi perubahan iklim.

Ketika terik Oktober datang, solusi kita tidak harus selalu menambah pendingin udara atau mencari tempat berlindung di dalam gedung.

Kadang solusi terbaik sudah disediakan oleh alam: sebatang pohon, tanah yang cukup, air, dan waktu untuk tumbuh.

Sumber: Kompasiana — Ketapang Kencana, Solusi Praktis Perindang Sekolah Menghadapi Terik Oktober
https://www.kompasiana.com/ahmadturmuzi71/6ac3102434777c19f5348da4/ketapang-kencana-solusi-praktis-perindang-sekolah-menghadapi-terik-oktober

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO