Berita

KLHK Tekankan Pentingnya Kolaborasi Industri untuk Cegah Kerusakan Lingkungan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) menekankan bahwa sinergi antara berbagai pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha, sangat krusial dalam melindungi lingkungan. Kerja sama ini dianggap sebagai kunci untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Direktur Pengendalian Kerusakan Ekosistem Gambut (PKEG) KLHK, Mohammad Noor Andi Kusumah, menyatakan bahwa dalam satu dekade terakhir, kolaborasi telah menjadi elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan. Beliau menekankan bahwa partisipasi masyarakat dalam mengawasi lingkungan memiliki dampak positif, baik bagi pemerintah maupun sektor industri.

Menurut Andi Kusumah, masyarakat, yang langsung merasakan dampak pencemaran, memainkan peran penting dalam memastikan pelaksanaan kebijakan lingkungan berjalan efektif. “Kita tidak bisa hanya meminta industri untuk mematuhi standar lingkungan tanpa melibatkan masyarakat. Kolaborasi dengan komunitas lingkungan sangat penting untuk memastikan efektivitas pengendalian pencemaran,” ujar Andi Kusumah dalam Festival LIKE 2 di Jakarta, Senin (12/8/2024).

Peran Pengawasan Masyarakat

Andi Kusumah juga menekankan bahwa kemitraan antara pemerintah dan masyarakat tidak hanya terbatas pada pengawasan terhadap industri, tetapi juga terhadap kinerja pemerintah dalam menerapkan kebijakan lingkungan. Dengan keterlibatan masyarakat, pengawasan terhadap kebijakan lingkungan dapat dilakukan secara langsung dan lebih transparan.

KLHK juga mengapresiasi upaya dunia industri yang semakin gencar mendorong keberlanjutan, seperti inisiatif pengurangan emisi karbon. Contohnya, PT Astra International Tbk telah meluncurkan berbagai program inovasi lingkungan dan sosial yang mendukung keberlanjutan bisnis serta kesejahteraan masyarakat.

Inovasi Berkelanjutan Melalui Kolaborasi

Bima Krida Pamungkas, Manager Decarbonization Astra, dalam diskusi di Festival LIKE 2, menegaskan bahwa kolaborasi adalah elemen kunci dalam menjalankan inovasi berkelanjutan. Astra tidak hanya bekerja sama dengan industri lain, tetapi juga dengan pemerintah dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan tersebut. “Inovasi tidak akan bertahan tanpa kolaborasi, dan kita perlu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi,” kata Bima.

Salah satu contoh kolaborasi Astra adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang dilakukan bersama PT Indonesia Comnets Plus (PLN Icon Plus). Astra juga mengembangkan energi alternatif melalui pembangunan methane capture untuk memanfaatkan gas biomethane di Astra Agro Lestari. Investasi ramah lingkungan juga dilakukan oleh United Tractors di bidang geothermal, hydropower, dan waste to energy.

“Ketahanan iklim bukanlah pilihan, tapi kebutuhan untuk bertahan di dunia yang terus berubah,” tambah Bima.

Penghematan Energi dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Selain itu, Astra juga bekerja sama dengan masyarakat melalui program Kampung Berseri Astra (KBA) dan Desa Sejahtera Astra (DSA), yang fokus pada pengembangan masyarakat berbasis komunitas dan peningkatan ekonomi desa. Hingga 2023, Astra berhasil menghemat biaya produksi hingga Rp230 miliar melalui program Green Energy, termasuk penghematan energi sebesar 2.406 terajoule. Langkah-langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Astra untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 30 persen pada tahun 2030, sesuai dengan program Astra 2030 Sustainability Aspiration.

sumber :

https://www.liputan6.com/bisnis/read/5671205/klhk-soroti-pentingnya-kolaborasi-industri-cegah-kerusakan-lingkungan?page=3

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO