Berita

Kolaborasi KLHK dan Universitas Brawijaya: Mewujudkan Rehabilitasi Mangrove di Indonesia

Dalam upaya mempercepat rehabilitasi ekosistem mangrove di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur. Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan mangrove seluas 600 ribu hektare di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup, mitigasi perubahan iklim, dan penguatan ekonomi lokal.

Mangrove: Ekosistem Penting yang Terancam

Mangrove memiliki peran vital sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat bagi berbagai spesies laut. Namun, kerusakan ekosistem mangrove di Indonesia terus meningkat akibat aktivitas manusia, seperti konversi lahan, pembangunan pesisir, dan eksploitasi berlebihan.

Rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare yang dicanangkan KLHK ini menjadi langkah strategis untuk:

  • Mitigasi perubahan iklim, melalui peningkatan cadangan karbon (carbon stock).
  • Pemulihan habitat alami, yang mendukung keanekaragaman hayati.
  • Penguatan ekonomi lokal, khususnya masyarakat pesisir, melalui manfaat sosial-ekonomi mangrove.

Pelibatan Universitas untuk Solusi Berbasis Ilmu Pengetahuan

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya keterlibatan universitas dalam memastikan pelaksanaan rehabilitasi mangrove berjalan tepat sasaran. Universitas Brawijaya, yang memiliki rekam jejak kuat di bidang riset lingkungan, dipercaya memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung target rehabilitasi ini.

“Kami ingin memastikan program ini tidak hanya selesai, tetapi juga berdampak nyata terhadap lingkungan, tanpa mengabaikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Hanif.

Kontribusi Universitas Brawijaya

Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, menyatakan komitmennya mendukung kebijakan rehabilitasi KLHK melalui:

  1. Penyediaan Data Ilmiah
    UB akan membantu suplai data berbasis riset, yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove.
  2. Riset Lingkungan Hidup
    UB akan memulai riset ekosistem mangrove pada 2025, dengan fokus pada peningkatan cadangan karbon dan pemulihan ekosistem.
  3. Kolaborasi Antarlembaga
    Kerja sama antara KLHK, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta UB diharapkan mampu mempercepat tercapainya target rehabilitasi mangrove secara nasional.

Mengintegrasikan Pendekatan Sosial-Ekonomi

KLHK menekankan pentingnya rehabilitasi mangrove yang tidak hanya berbasis lingkungan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat lokal melalui:

  • Pelibatan komunitas dalam penanaman mangrove, sehingga menciptakan peluang kerja.
  • Pengembangan ekowisata mangrove sebagai sumber pendapatan alternatif.
  • Pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pelestarian mangrove.

Langkah Ke Depan

Kerja sama dengan Universitas Brawijaya adalah salah satu langkah strategis KLHK dalam memadukan pendekatan ilmiah, kebijakan, dan aksi nyata untuk pelestarian mangrove. Dengan dukungan riset, data yang akurat, dan kolaborasi lintas sektor, rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare ini diharapkan dapat:

  • Menjadi model keberhasilan restorasi ekosistem berbasis ilmu pengetahuan.
  • Mengurangi emisi karbon secara signifikan sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim.
  • Memperbaiki kondisi sosial-ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada mangrove.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa keberhasilan pelestarian lingkungan membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang sesungguhnya.

Sumber:

https://www.antaranews.com/berita/4518226/kementerian-lh-gandeng-ub-optimalkan-rehabilitasi-lahan-mangrove

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO