Kota sehat berpotensi sejahterakan warga, kenapa masih terkendala?

Sejak tahun 2005, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Program ini bertujuan menciptakan lingkungan kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk masyarakat. Hingga tahun 2024, sebanyak 387 kabupaten/kota dari Banda Aceh hingga Jayapura telah menyelenggarakan program ini.
Namun, implementasi KKS belum optimal, sehingga manfaatnya belum dirasakan secara signifikan. Tantangan utama meliputi ketimpangan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah Indonesia Timur, dan tidak meratanya distribusi fasilitas kesehatan. Padahal, jika diterapkan dengan maksimal, KKS dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi biaya kesehatan.
Konsep Dasar Program Kabupaten/Kota Sehat
Program KKS memiliki sembilan konsep utama yang menjadi dasar implementasinya, di antaranya:
- Mengutamakan kesehatan masyarakat dalam setiap kebijakan.
- Memberdayakan masyarakat dalam pengambilan keputusan.
- Meningkatkan kualitas dan akses terhadap layanan kesehatan dan sosial.
Konsep ini selaras dengan penelitian di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa 80-90% kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh determinan sosial kesehatan (social determinants of health/SDH), seperti kondisi lingkungan, status sosial-ekonomi, dan akses infrastruktur.
Tantangan dalam Implementasi KKS
1. Buruknya Kondisi Lingkungan dan Akses Kesehatan
- Polusi Udara: Di Jakarta, kualitas udara yang buruk akibat polusi menjadi hambatan utama dalam menciptakan kota sehat.
- Sanitasi: Di Kalimantan Barat, banyak warga masih kesulitan mengakses sanitasi yang layak.
- Fasilitas Kesehatan: Ketimpangan distribusi fasilitas, peralatan, dan tenaga kesehatan memperburuk kondisi layanan di daerah terpencil.
2. Ketiadaan Peraturan Presiden (Perpres) KKS
Hingga saat ini, program KKS hanya didukung peraturan bersama antara Kemenkes dan Kemendagri. Ketiadaan Perpres menghambat koordinasi lintas sektor, pengalokasian anggaran khusus, dan percepatan peningkatan indikator kesehatan. Perpres KKS dapat menjadi payung hukum yang memperkuat inisiatif strategis secara terstruktur, sistematis, dan terukur.
3. Minimnya Keterlibatan Masyarakat
Pemerintah belum secara optimal melibatkan masyarakat sebagai penerima manfaat dan pengontrol kebijakan KKS. Kesuksesan program seharusnya tidak hanya diukur melalui penghargaan Swasti Saba, tetapi dari integrasi kegiatan yang disepakati bersama masyarakat.
Belajar dari Kota-Kota Dunia
Kopenhagen, Denmark
Kopenhagen berhasil menciptakan kota sehat melalui:
- Kebijakan transportasi ramah lingkungan yang mendorong 62% penduduknya bersepeda.
- Ruang publik yang luas dan akses mudah ke taman dan pantai.
Singapura
Singapura menciptakan lingkungan yang sehat dengan:
- Regulasi ketat mengenai polusi udara dan sanitasi.
- Insentif untuk kendaraan ramah lingkungan serta program edukasi pengelolaan lingkungan.
Keberhasilan Kopenhagen dan Singapura menunjukkan pentingnya regulasi ketat, kepatuhan masyarakat, dan pembangunan yang berorientasi pada fungsi serta manfaat bagi masyarakat.
Rekomendasi untuk Indonesia
Untuk mencapai kabupaten/kota yang sehat, berikut langkah yang perlu dilakukan:
- Pengesahan Perpres KKS: Menyediakan kerangka hukum yang jelas untuk mendukung koordinasi lintas sektor, pengalokasian anggaran, dan monitoring evaluasi yang terstruktur.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Meningkatkan koordinasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
- Pemberdayaan Masyarakat: Mengintegrasikan kegiatan KKS dengan keterlibatan aktif masyarakat untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.
- Pembelajaran dari Praktik Global: Mengadopsi kebijakan sukses dari kota-kota seperti Kopenhagen dan Singapura.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat, Indonesia dapat mewujudkan kabupaten/kota sehat yang berkelanjutan. Jangan biarkan impian menciptakan kota sehat hanya menjadi slogan semata. Mari bersama-sama membangun masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
sumber :
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




