Krisis air di republik dominika: deforestasi, kekeringan, dan solusi berbasis alam

Republik Dominika menghadapi krisis air yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penyebab utamanya adalah deforestasi yang telah berlangsung puluhan tahun, terutama untuk membuka lahan peternakan, serta peningkatan kebutuhan air dari sektor pariwisata, pertanian, dan industri. Dampaknya, pasokan air bersih semakin sulit diakses oleh masyarakat, termasuk di ibu kota Santo Domingo, di mana banyak keluarga harus hidup tanpa air bersih hingga 22 hari.
Latar Belakang Krisis Air
Republik Dominika dulunya dikenal memiliki pasokan air alami yang melimpah. Namun, deforestasi, degradasi habitat, dan pengelolaan sumber daya air yang buruk telah mengubah peta ketersediaan air di negara tersebut. Menurut Francisco Núñez, Direktur Wilayah Karibia Tengah di Nature Conservancy, kekeringan yang dimulai sejak 2015 semakin parah karena perubahan iklim yang mengganggu siklus air, termasuk curah hujan lokal.
Dampak Deforestasi:
- Hilangnya tutupan hutan mengurangi kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air.
- Kawasan aliran sungai utama seperti Yaque del Norte, yang memasok air bagi 60% penduduk, kini mengalami degradasi.
- Kerusakan ekosistem memperparah kelangkaan air bersih, yang diperburuk oleh kontaminasi air tanah akibat buruknya sistem pembuangan limbah.
Solusi Berbasis Alam
Untuk mengatasi tantangan ini, organisasi lingkungan seperti The Nature Conservancy meluncurkan program yang berfokus pada solusi berbasis alam, termasuk:
- Restorasi Daerah Aliran Sungai (DAS):
- Penanaman pohon di DAS utama seperti Cordillera Central atau Madre de las Aguas, sumber air bagi sebagian besar penduduk.
- Penggunaan teknik agroforestri dengan menanam tanaman bernilai ekonomi seperti kakao dan kopi.
- Pembangunan Lahan Basah Buatan:
- Sebanyak 23 lahan basah telah dibangun untuk mengolah air limbah secara alami.
- Sistem ini dapat mengurangi polutan hingga 98% tanpa menggunakan bahan kimia atau listrik.
- Lahan basah juga dimanfaatkan sebagai media pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah setempat.
- Pemberdayaan Petani Lokal:
- Memberikan pelatihan kepada petani untuk mengelola lahan secara berkelanjutan.
- Memberikan kompensasi berupa benih dan pupuk kepada petani yang ikut serta.
- Kolaborasi Multisektor:
- Melibatkan pemerintah, perusahaan swasta, dan komunitas lokal dalam pengelolaan air.
- Membentuk Dana Air Santo Domingo dan Yaque del Norte untuk mendanai proyek-proyek konservasi.
Hasil yang Dicapai dan Target Masa Depan
Proyek-proyek restorasi telah menunjukkan hasil yang menjanjikan:
- Lebih dari 3.237 hektare ekosistem DAS telah dipulihkan.
- Sekitar 370 warga telah dilatih untuk melakukan konservasi air.
- Ketersediaan air bersih meningkat, dengan 12.700 warga mendapatkan akses air bersih untuk pertama kalinya melalui program pemerintah.
Dalam 10 tahun ke depan, targetnya adalah:
- Memulihkan tambahan 4.856 hektare lahan.
- Memperluas dampak ke 15 komunitas baru.
- Memberikan akses air bersih kepada 6.000 orang lagi.
Menurut Walkiria Estévez, Direktur Proyek Yaque del Norte, ketahanan air adalah kunci keberlanjutan. Upaya restorasi menunjukkan bahwa solusi berbasis alam dapat memperbaiki ekosistem dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan langkah terintegrasi, data yang akurat, dan kolaborasi semua pihak, Republik Dominika dapat mengatasi krisis air dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
“Air adalah kehidupan, dan tidak ada alternatif lain,” kata Estévez.
sumber :
https://www.bbc.com/indonesia/articles/cy7wxdy0l75o
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




