Mainstreaming Circular Economy For Transformative And Sustainable Change

Era konsumsi linear (ekstraksi-konsumsi-pembuangan) menimbulkan dampak lingkungan dan ekonomi yang masif. Ekonomi sirkular hadir sebagai antidot, sebuah model yang bertujuan memperpanjang siklus hidup bahan baku dan sumber daya. Konsep fundamental ini dirangkum dalam lima prinsip utama: reduce, rethink, reuse, repair, dan recycle. Ekonomi sirkular bukanlah konsep baru di Indonesia, Bappenas mengakui potensi penerapannya untuk memenuhi SDGs, transformasi ekonomi, dan dampak positif pada lima sektor utama seperti makanan dan minuman, tekstil, dan konstruksi. Kajian memproyeksikan dampak signifikan seperti pertumbuhan PDB Rp 593-638 T, 4,4 juta lapangan kerja hijau (75% untuk wanita), dan penurunan emisi gas rumah kaca 126 juta ton. Bahkan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mengadopsi prinsip ekonomi sirkular dengan semangat pembangunan yang ramah keberlanjutan alam.
Namun, implementasi ekonomi sirkular di Indonesia masih menghadapi tantangan. Pendekatan yang dominan bersifat top-down, dengan kebijakan yang diturunkan dari pemerintah ke masyarakat, kurang didasarkan pada pengetahuan dan budaya masyarakat. Diskusi tentang ekonomi sirkular juga masih tersekat antar aktor (pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku bisnis, pemuda), membatasi partisipasi masyarakat dan ruang diskusi yang berkelanjutan. Selain itu, pemahaman ekonomi sirkular seringkali masih terbatas pada perubahan sikap individu, kepemimpinan, dan konservasi energi, mengaburkan urgensi internalisasi konsep dalam proses produksi. Di level nasional, tantangan mencakup minimnya pendanaan, belum adanya regulasi khusus yang bersinambungan antar kementerian, infrastruktur yang belum memadai, serta tata kelola dan kelembagaan yang belum jelas dan bersinergi.
Berangkat dari latar belakang tersebut, acara “Mainstreaming Circular Economy for Transformative and Sustainable Change” diselenggarakan sebagai bagian dari Green Economy EXPO 2024 oleh BAPPENAS, bekerja sama dengan UN-PAGE/UNDP Indonesia dan IIS UGM. Kegiatan ini mencakup lokakarya ekonomi sirkular dan kompetisi video pendek “Circular Economy Voices”. Lokakarya bertujuan memperdalam pemahaman publik terkait teori, tantangan, dan kebaruan implementasi CE, termasuk di bidang pendidikan, mendorong perubahan di tingkat dasar, dan menjembatani teori dan praktik. Kompetisi video menyoroti praktik CE sehari-hari di masyarakat, dengan kategori Sekolah, Pemuda/i, dan UMKM. Acara ini secara teknis berhasil menjangkau banyak audiens dan peserta, dengan keterlibatan tinggi dari pemuda/i. Secara substantif, kegiatan ini menunjukkan bahwa setiap aktor (akademisi, pemerintah, komunitas, sektor privat, pemuda) memiliki peran krusial dalam transformasi menuju ekonomi sirkular, dan bahwa implementasi tidak memerlukan keahlian khusus, melainkan komitmen berkelanjutan.
Source:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




