Menyesal Seumur Hidup: Pria Ini Tertipu Iming-iming Bantuan hingga Lepas 19.000 Hektar Hutan Adat Papua untuk Sawit

Seorang pria dari Papua mengaku menyesal seumur hidup setelah keputusan besar yang ia ambil justru menjadi awal dari hilangnya ruang hidup masyarakat adat. Ia memilih percaya pada iming-iming bantuan dan janji kesejahteraan, hingga akhirnya bersedia melepas sekitar 19.000 hektar hutan adat Papua untuk dijadikan lahan perkebunan sawit.
Awalnya, tawaran itu terdengar seperti jalan keluar. Bantuan pembangunan, fasilitas, hingga harapan ekonomi yang lebih baik dijanjikan sebagai kompensasi. Namun setelah izin dan pembukaan lahan berjalan, kenyataan berbicara sebaliknya. Hutan yang selama ini menjadi sumber makanan, obat-obatan, air bersih, dan identitas budaya masyarakat adat mulai hilang sedikit demi sedikit.
Yang tersisa bukan kesejahteraan, melainkan luka panjang. Masyarakat kehilangan wilayah berburu, tanah ulayat terpecah, sungai mulai berubah, dan ketergantungan ekonomi justru semakin meningkat. Janji-janji yang dulu terdengar manis kini terasa seperti jebakan yang menghancurkan masa depan.
Pria tersebut kini menyadari bahwa keputusan melepas hutan adat bukan sekadar transaksi tanah, melainkan pelepasan warisan leluhur yang tidak bisa diganti dengan uang ataupun bantuan sementara.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa hutan adat Papua bukan lahan kosong yang bisa dipindahtangankan begitu saja. Ia adalah benteng terakhir ekologi, budaya, dan kehidupan. Dan ketika 19.000 hektar hilang, yang ikut hilang bukan hanya pohon, tetapi juga martabat dan masa depan sebuah generasi.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.



