Mikroplastik: Pengertian, Jenis dan Bahayanya Bagi Kesehatan Manusia

Mikroplastik, partikel kecil yang tersembunyi di balik kehidupan modern, kini menjadi ancaman nyata bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dilansir dari berbagai sumber, termasuk studi yang dipublikasikan di Environmental Science and Technology pada April 2024, Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi mikroplastik tertinggi di dunia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Cornell University, masyarakat Indonesia tanpa sadar mengonsumsi rata-rata 15 gram mikroplastik per bulan, jauh melampaui Amerika Serikat yang hanya mencapai 2,4 gram per bulan.
Lalu, apa sebenarnya mikroplastik itu? Dari mana asalnya? Dan yang terpenting, apa bahaya yang ditimbulkan bagi kesehatan manusia serta lingkungan?
Apa Itu Mikroplastik?
Mikroplastik adalah partikel atau potongan plastik dengan ukuran sangat kecil, yakni kurang dari 5 milimeter. Karena ukurannya yang kecil, mikroplastik tersebar di berbagai tempat, mulai dari perairan laut, sungai, sedimen, hingga terumbu karang. Bahkan, mikroplastik kini ditemukan dalam darah manusia, jaringan reproduksi, dan otak manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa ancaman mikroplastik telah menyentuh semua aspek kehidupan kita.
Jenis dan Sumber Mikroplastik
Istilah “mikroplastik” pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Richard Thompson, seorang ahli biologi kelautan dari University of Plymouth, Inggris, pada tahun 2004. Berdasarkan laporan The Conversation pada tahun 2020, jumlah mikroplastik di dunia diperkirakan mencapai 84 hingga 14,4 juta ton.
Mikroplastik terbagi menjadi dua jenis utama:
- Mikroplastik Primer
Mikroplastik yang diproduksi langsung untuk tujuan tertentu. Contohnya adalah polyethylene microbeads yang banyak ditemukan pada produk kecantikan seperti sabun pembersih wajah, kosmetik, pasta gigi, dan lainnya. - Mikroplastik Sekunder
Mikroplastik yang berasal dari degradasi sampah plastik besar seperti kantong plastik, botol, gelas plastik, hingga jaring penangkap ikan. Degradasi ini terjadi melalui paparan sinar matahari, perubahan cuaca, dan proses alami lainnya.
Selain itu, mikroplastik juga dihasilkan selama penggunaan produk tertentu, seperti serpihan benang plastik saat mencuci pakaian berbahan sintetis atau serpihan ban kendaraan yang bergesekan dengan jalan.
Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Lingkungan dan Tubuh Manusia?
Mikroplastik memasuki lingkungan melalui sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik. Sampah plastik yang terbuang ke tanah atau badan air, seperti sungai dan laut, mengalami degradasi alami hingga menjadi partikel kecil. Partikel ini bercampur dengan tanah, air, atau udara, menciptakan kontaminasi yang meluas.
Di perairan, mikroplastik sering kali dikonsumsi oleh plankton, ikan kecil, hingga ikan besar. Mikroplastik yang masuk ke rantai makanan ini kemudian berpindah ke tubuh manusia melalui konsumsi makanan laut. Proses ini dikenal sebagai bioakumulasi.
Selain itu, air baku untuk konsumsi manusia juga sering kali mengandung mikroplastik. Ketika air ini diolah dan diminum, mikroplastik masuk ke tubuh manusia dan terakumulasi di berbagai organ.
Bahaya Mikroplastik bagi Kesehatan
Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan Indonesia (Ayosehat), mikroplastik mengandung bahan kimia berbahaya seperti:
- Bisphenol-A (BPA): Bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik polikarbonat.
- Ftalat: Digunakan untuk membuat plastik fleksibel dan tahan lama.
- Dioksin: Produk sampingan dari herbisida dan pemutih kertas.
- Polietilen dan Polipropilen: Bahan utama dalam kemasan plastik.
Dampak mikroplastik pada kesehatan manusia sangat serius, di antaranya:
- Memicu Kanker
Mikroplastik yang terakumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan iritasi, peradangan, dan akhirnya memicu kanker. - Mengganggu Sistem Endokrin
Zat aditif pada plastik dapat mengganggu keseimbangan hormonal dalam tubuh. - Mengurangi Kekebalan Tubuh
Mikroplastik diduga menyebabkan stres oksidatif dan perubahan DNA, yang berujung pada gangguan sistem kekebalan tubuh. - Mengganggu Sistem Pernapasan
Mikroplastik di udara dapat terhirup dan terakumulasi di paru-paru, mengganggu sistem pernapasan. - Memicu Pembengkakan Usus
Mikroplastik dalam tubuh dapat menyebabkan pembengkakan usus dan memengaruhi organ lainnya.
Dampak Mikroplastik terhadap Lingkungan
Mikroplastik juga memiliki dampak besar terhadap ekosistem. Di perairan, mikroplastik mencemari habitat laut dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Ikan dan hewan laut lainnya yang mengonsumsi mikroplastik tidak hanya terancam kesehatannya, tetapi juga memengaruhi kualitas makanan manusia.
Selain itu, mikroplastik di tanah dapat mencemari sumber air tanah dan mengganggu produktivitas lahan pertanian.
Solusi untuk Mengurangi Dampak Mikroplastik
Menyadari bahaya mikroplastik, kita harus mengambil tindakan nyata untuk mengurangi dampaknya. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Hindari penggunaan kantong plastik, sedotan plastik, dan alat makan berbahan plastik sekali pakai. Gantilah dengan produk yang dapat digunakan berulang kali. - Pilah dan Daur Ulang Sampah Plastik
Pisahkan sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti botol dan wadah makanan, untuk didaur ulang atau diserahkan ke bank sampah. - Hindari Memanaskan Makanan dalam Wadah Plastik
Kandungan plastik dapat larut ke dalam makanan saat dipanaskan. Gunakan wadah berbahan kaca atau stainless steel untuk menyimpan dan memanaskan makanan. - Kurangi Konsumsi Produk Berkemasan Plastik
Pilih produk dengan kemasan ramah lingkungan atau tanpa kemasan plastik. - Gunakan Produk Ramah Lingkungan
Pilih produk kecantikan dan kebersihan yang bebas dari polyethylene microbeads.
Mikroplastik adalah ancaman serius yang mengintai kesehatan manusia dan lingkungan. Dengan jumlah mikroplastik yang terus meningkat setiap tahun, penting bagi kita untuk mengambil langkah-langkah preventif. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan mendukung daur ulang adalah langkah kecil yang dapat membawa perubahan besar.
Mari bergerak bersama, mulai dari diri sendiri, untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan tindakan sederhana namun konsisten, kita dapat mengurangi dampak mikroplastik dan melindungi masa depan generasi mendatang.
Sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




