Praktik Baik

Warga sulap kawasan padat kota jadi laboratorium hidup pengelolaan lingkungan

Inspirasi dari Duren Sawit: Warga Sulap Gang Padat Jadi Laboratorium Hidup Pengelolaan Lingkungan

Sebuah kawasan padat penduduk di RT 08/RW 04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, sukses mencuri perhatian publik. Lewat aksi swadaya, warga berhasil mentransformasi wilayah pemukiman mereka menjadi sebuah Laboratorium Hidup Pengelolaan Lingkungan Terpadu.

Inisiatif berbasis komunitas ini diresmikan dalam sebuah kegiatan komunal pada Minggu (17/5/2026) dan kini menjadi model percontohan bagi pengelolaan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan.

Magnet Bagi Akademisi hingga Komunitas Internasional

Apa yang dimulai dari skala gang kecil kini telah berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan yang diakui secara luas. Laboratorium hidup ini berhasil menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain:

  • Masyarakat Umum & Komunitas Hijau: Menjadikannya lokasi studi banding untuk mereplikasi gerakan serupa di wilayah lain.
  • Akademisi & Peneliti: Menggunakannya sebagai objek penelitian terkait tata ruang hijau perkotaan dan sosiologi lingkungan.
  • Pemerintah Daerah & BUMN: Melirik kawasan ini sebagai mitra strategis untuk penyaluran program pemberdayaan maupun Corporate Social Responsibility (CSR).
  • Media Nasional & Dunia Internasional: Menyorotinya sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan lahan di kota metropolitan seperti Jakarta bukan hambatan untuk membangun ekosistem yang mandiri dan lestari.

Edukasi Melalui Workshop Gratis di Ruang Publik

Kunci keberhasilan dari Laboratorium Hidup Malaka Jaya ini terletak pada transfer ilmu yang terbuka dan konsisten. Salah satu motor penggeraknya adalah Taufiq Supriadi, selaku Ketua RT 08/RW 04.

Memanfaatkan ruang publik berupa gang pemukiman, pihak pengelola rutin menggelar workshop lingkungan gratis bagi para pengunjung. Melalui kelas-kelas singkat ini, warga dan pengunjung luar diajarkan berbagai keterampilan praktis, seperti:

  1. Pengolahan Sampah Mandiri: Pemilahan sampah dari hulu (rumah tangga) serta teknik pembuatan kompos organik.
  2. Urban Farming (Pertanian Perkotaan): Pemanfaatan dinding gang dan lahan vertikal untuk menanam sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA).
  3. Manajemen Sanitasi Komunitas: Menjaga kebersihan drainase lingkungan terpadu untuk mencegah banjir dan sarang penyakit.

Apa yang terjadi di Duren Sawit membuktikan bahwa perubahan lingkungan terbesar sering kali dimulai dari langkah kecil di tingkat rukun tetangga (RT). Dengan mengubah gang padat menjadi pusat edukasi, warga Malaka Jaya tidak hanya menghijaukan wilayah mereka, tetapi juga membangun kesadaran ekologis yang berdampak global.

sumber:

https://rm.id/lihat-foto/megapolitan/311213/warga-sulap-kawasan-padat-kota-jadi-laboratorium-hidup-pengelolaan-lingkungan/3

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO