Berita

Mitigasi Air Bersih Harus Dilakukan Sebelum Krisis Datang

Ancaman El Niño dan kemarau panjang kembali mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi persoalan air bersih. Pemerintah diminta tidak menunggu hingga masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air sebelum mengambil langkah penanganan.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mendorong Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk mempercepat langkah mitigasi berdasarkan data serta proyeksi iklim.

Makassar menjadi salah satu wilayah yang mulai menghadapi tekanan terhadap layanan air bersih. Dalam beberapa waktu terakhir, keluhan masyarakat disebut meningkat, baik melalui aksi langsung maupun berbagai saluran pengaduan.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman kekeringan tidak cukup hanya direspons dengan prakiraan cuaca. Informasi iklim harus diterjemahkan menjadi tindakan konkret, seperti memastikan ketersediaan sumber air baku, kesiapan infrastruktur distribusi, serta skema kedaruratan apabila pasokan mulai terganggu.

Komisi V juga telah meninjau Sistem Penyediaan Air Minum Regional Mamminasata di Kabupaten Gowa. Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan air masyarakat di Makassar, Gowa, Maros, Takalar, dan daerah lain yang masuk dalam cakupan pelayanan.

Pengelolaan air bersih harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pengelolaan sumber air baku perlu berjalan seiring dengan kesiapan sistem produksi, jaringan distribusi, dan pelayanan kepada masyarakat.

Evaluasi terhadap kapasitas SPAM juga diperlukan agar infrastruktur yang telah dibangun benar-benar mampu menjawab peningkatan kebutuhan penduduk, terutama ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Perubahan iklim membuat pola hujan semakin sulit diprediksi dan meningkatkan risiko kekeringan di berbagai daerah. Karena itu, strategi penyediaan air bersih ke depan perlu semakin menekankan aspek ketahanan, termasuk diversifikasi sumber air, perlindungan daerah tangkapan air, pengurangan kehilangan air, serta peningkatan kapasitas penyimpanan.

Krisis air seharusnya tidak baru ditangani ketika keran masyarakat sudah berhenti mengalir. Mitigasi yang baik dimulai jauh sebelumnya, ketika data iklim masih memberikan waktu untuk mempersiapkan sumber air, infrastruktur, dan skenario darurat.

Sumber: ANTARA News
https://www.antaranews.com/berita/5759564/komisi-v-minta-mitigasi-air-bersih-harus-dilakukan-tanpa-tunggu-krisis

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO