Pesan

Nabi menganjurkan menanam pohon meski besok akan kiamat

Etika Lingkungan dalam Islam: Mengapa Menanam Pohon Tetap Wajib Meski Kiamat Tiba?

Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan alam. Nabi Muhammad SAW meletakkan dasar-dasar pelestarian lingkungan melalui anjuran menanam pohon yang sangat kuat, bahkan dalam situasi paling kritis sekalipun.

1. Urgensi Menanam Pohon: Instruksi di Ambang Kiamat

Salah satu hadis paling fenomenal mengenai lingkungan adalah perintah Nabi untuk tetap produktif meski dunia akan berakhir.

Sabda Rasulullah SAW:

“Jika terjadi hari kiamat, sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas (bibit), maka jika ia mampu sebelum terjadi kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.” (HR. Bukhari & Ahmad).

Makna Mendalam:

  • Ibadah tanpa Henti: Menanam pohon adalah bentuk pengabdian yang tidak terputus oleh waktu.
  • Optimisme Islam: Muslim diajarkan untuk tidak berputus asa dan tetap menebar manfaat hingga detik terakhir kehidupan.
  • Nilai Sedekah Jariyah: Setiap oksigen, buah, atau peneduh yang dihasilkan dari pohon tersebut bernilai pahala selama makhluk lain memanfaatkannya.

2. Teladan Sahabat: Melawan Usia demi Kelestarian

Semangat ini diteruskan oleh para sahabat, salah satunya Umar bin Khathab. Diceritakan bahwa beliau mendesak seorang tua renta yang sudah merasa “dekat dengan ajal” untuk tetap menanam di lahannya.

Umar berkata: “Aku yakinkan kau, kau harus menanamnya.” Bahkan, Umar bin Khathab ikut turun tangan menanam bibit tersebut bersama orang tua itu. Ini membuktikan bahwa menanam bukan sekadar untuk diri sendiri, melainkan untuk keberlangsungan generasi setelah kita.

3. Hubungan Pohon dan “Kiamat Sugra” (Bencana Alam)

Dalam teologi Islam, kiamat dibagi menjadi dua:

  1. Kiamat Kubro: Hancurnya seluruh alam semesta.
  2. Kiamat Sugra: Kematian individu atau bencana alam (seperti banjir bandang dan longsor).

Pesan Lingkungan:

Pembalakan liar dan penggundulan hutan adalah penyebab utama “kiamat kecil” berupa bencana alam. Menanam pohon berfungsi sebagai penghalang bencana karena:

  • Menjadi penyerap cadangan air tanah.
  • Mencegah erosi dan tanah longsor.
  • Menjaga stabilitas ekosistem dan habitat satwa.

4. Peringatan Al-Qur’an tentang Kerusakan Alam

Kerusakan lingkungan seringkali merupakan akibat langsung dari keserakahan manusia. Hal ini ditegaskan dalam QS. Ar-Ruum: 41:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Ayat ini mengingatkan bahwa bencana adalah “teguran” agar manusia mengevaluasi perilakunya terhadap alam.

Ringkasan Manfaat Menanam Pohon dalam Perspektif Islam

AspekManfaat & Makna
SpiritualBernilai pahala sedekah jariyah dan ibadah sosial.
EkologisMenghasilkan oksigen, mencegah banjir, dan menjaga keanekaragaman hayati.
SosialMewariskan lingkungan yang sehat untuk generasi mendatang.
EskatologiUpaya mencegah “Kiamat Sugra” (bencana alam) akibat ulah manusia.

Menanam pohon dalam Islam bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan manifestasi dari tugas manusia sebagai Khalifah (pemimpin/pengelola) di muka bumi. Nabi mengajarkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus tetap menyala, bahkan saat dunia berada di ujung tanduk.

sumber:

https://lampung.nu.or.id/syiar/nabi-menganjurkan-menanam-pohon-meski-besok-akan-kiamat-3VWbe

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO