Berita

NASA Ungkap Peran Ruang Hijau dalam Mendinginkan Suhu Kota

Panas ekstrem menjadi tantangan besar di tengah perubahan iklim global, terutama bagi penduduk kota-kota besar. Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh Yuxiang Li, mahasiswa doktoral dari Universitas Nanjing, China, mengungkapkan peran penting ruang hijau dalam mendinginkan kota, khususnya di kawasan yang terdampak parah oleh efek pulau panas perkotaan (urban heat island effect).

Studi yang dipublikasikan baru-baru ini dan dikutip dari Eureka Alert pada Jumat (29/11/2024), menunjukkan bahwa ada kesenjangan besar dalam ketahanan iklim antara kota-kota di belahan bumi utara dan selatan. Kota-kota di belahan bumi selatan, yang mayoritasnya berada di negara berkembang, memiliki ruang hijau jauh lebih sedikit dibandingkan kota-kota di belahan bumi utara yang kebanyakan berada di negara maju.

Efek Pulau Panas Perkotaan dan Ancaman Kesehatan

Kota-kota cenderung lebih panas dibandingkan daerah pedesaan di sekitarnya karena permukaan gelap seperti trotoar, gedung, dan jalan yang memerangkap panas. Fenomena ini memperparah efek pulau panas perkotaan, di mana suhu di daerah perkotaan meningkat secara signifikan.

Panas ekstrem dapat memicu berbagai risiko kesehatan serius, seperti dehidrasi, sengatan panas, dan bahkan kematian. Sebagai solusi alami, ruang hijau tidak hanya memberikan keteduhan, tetapi juga membantu mendinginkan lingkungan dengan melepaskan kelembapan ke udara.

“Tanaman hijau bukanlah solusi tunggal, tetapi dapat secara signifikan mengurangi dampak panas ekstrem,” ujar Christian Braneon, ilmuwan iklim dari Goddard Institute for Space Studies milik NASA di New York. Ia menambahkan bahwa kota-kota perlu memprioritaskan pengembangan ruang hijau di area dengan vegetasi minim untuk meningkatkan kapasitas pendinginan.

Analisis Data Satelit NASA

Studi ini menganalisis 500 kota terbesar di dunia dengan membandingkan kemampuan kapasitas pendinginan mereka melalui data satelit Landsat 8, yang dikelola bersama oleh NASA dan Survei Geologi AS. Peneliti mengukur suhu permukaan tanah rata-rata selama bulan terpanas tahun 2018 dan rata-rata bulan terpanas dari tahun 2017 hingga 2019.

Untuk mengukur ruang hijau di setiap kota, para peneliti menggunakan metrik yang disebut Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasilnya, kota-kota di belahan bumi selatan hanya memiliki 70 persen kapasitas pendinginan terkait tanaman hijau dibandingkan kota-kota di belahan bumi utara.

Pentingnya Ruang Hijau untuk Masa Depan

Temuan ini menggarisbawahi pentingnya investasi dalam ruang hijau, terutama di kota-kota di belahan bumi selatan yang lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim. Dengan mengintegrasikan lebih banyak ruang hijau, kota-kota dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi penduduknya, sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap panas ekstrem.

Ruang hijau juga memiliki dampak positif pada ekosistem secara keseluruhan, seperti meningkatkan kualitas udara, mengurangi risiko banjir, dan menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati.

Sebagai langkah strategis, pemerintah, lembaga penelitian, dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam mengembangkan ruang hijau yang efektif dan berkelanjutan. Dengan begitu, kota-kota tidak hanya lebih tahan terhadap perubahan iklim, tetapi juga dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya.

Dengan data dan teknologi yang tersedia, langkah ini bukan hanya memungkinkan tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi tantangan iklim di masa depan.

Sumber:

https://lestari.kompas.com/read/2024/11/29/215900886/data-nasa-ungkap-peran-ruang-hijau-dalam-mendinginkan-suhu-kota

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO