Berita

Orasi Ilmiah Prof. Dr. Ir. Edi Leksono, M.Eng: Mewujudkan Sistem Energi Berkelanjutan untuk Transisi Energi Nasional

Pada Sabtu, 20 Juli 2024, Prof. Dr. Ir. Edi Leksono, M.Eng., guru besar dari Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (FTI ITB), menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Sistem Energi Berkelanjutan: Peran Penting dalam Program Transisi Energi Nasional” di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha. Dalam orasi tersebut, Prof. Edi menekankan pentingnya sistem energi berkelanjutan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi saat ini tanpa mengorbankan sumber daya untuk generasi mendatang. Sistem ini mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan berhubungan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Program Transisi Energi Nasional dan Peran Indonesia

Berkaitan dengan program transisi energi nasional, Prof. Edi mengingatkan bahwa dalam Perjanjian Paris, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pangsa energi terbarukan, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan meningkatkan efisiensi energi di Indonesia.

Fokus Utama dalam Sistem Energi Berkelanjutan

Prof. Edi menyoroti lima aspek utama yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem energi berkelanjutan:

  1. Penyimpanan Energi: Penting untuk mengembangkan teknologi penyimpanan energi yang efisien untuk memastikan ketersediaan energi terbarukan.
  2. Efisiensi Energi: Mengoptimalkan penggunaan energi untuk mengurangi pemborosan.
  3. Internet of Things (IoT) dan Manajemen Data: Memanfaatkan teknologi IoT untuk pengelolaan energi yang lebih cerdas dan efisien.
  4. Mikrogrid Cerdas: Mengembangkan mikrogrid yang dapat beroperasi secara independen untuk meningkatkan keandalan sistem energi.
  5. Energi Baru Terbarukan: Mengoptimalkan potensi energi terbarukan seperti surya, angin, hidro, panas bumi, dan biomassa.

Potensi Energi Terbarukan di Indonesia

Indonesia memiliki potensi besar dalam energi terbarukan, salah satunya adalah energi surya yang diperkirakan mencapai 3.200 GW, jauh lebih besar dibandingkan kapasitas listrik saat ini yang kurang dari 100 GW. Selain energi surya, Indonesia juga memiliki potensi energi angin, hidro, panas bumi, dan biomassa yang besar.

Isu-isu dalam Penerapan Energi Berkelanjutan

Dalam penelitian ini, terdapat 10 isu utama yang menjadi bahan diskusi, termasuk manajemen kegagalan PLTS/Mikrogrid, sistem manajemen baterai untuk aplikasi mobilitas dan stasioner, serta penggunaan baterai bekas kendaraan listrik untuk penyimpanan energi.

Living Laboratory di ITB

Living Laboratory di ITB memainkan peran penting dalam pengembangan sistem energi berkelanjutan. Beberapa lokasi yang digunakan meliputi Smart Microgrid pada Lab Manajemen Energi, CAS ITB, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), dan Lab Manajemen Energi. ITB juga mengembangkan inovasi seperti Sistem Informasi Konsumsi Energi Listrik dan Air (ELisA), yang memungkinkan pemantauan biaya energi dan air secara real-time.

Tantangan dan Solusi

Prof. Edi juga menjelaskan tantangan utama dalam pengembangan sistem energi terbarukan, termasuk keterbatasan dalam pengembangan teknologi yang efisien dan cost-effective serta kesadaran dan edukasi masyarakat. Masyarakat masih menganggap harga energi terbarukan cenderung mahal, sehingga diperlukan edukasi dan pelatihan lebih lanjut mengenai teknologi dan praktik energi berkelanjutan.

“Solusi inovatif dan berkelanjutan diperlukan untuk mewujudkan transisi energi yang sukses,” tegas Prof. Edi dalam orasi ilmiahnya.

sumber :

https://itb.ac.id/news/read/61039/home/orasi-ilmiah-prof-edi-leksono-sistem-energi-berkelanjutan-sebagai-peran-penting-dalam-program-transisi-energi-nasional

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO