Berita

RI berhasil turunkan emisi 20,25 juta ton co2e dan raih insentif internasional US$103,8 juta

Indonesia Raih Pengakuan Global: Penurunan Emisi 20,25 Juta Ton CO2e dan Insentif GCF US$103,8 Juta

Indonesia kembali menegaskan kepemimpinan globalnya dalam aksi iklim dengan sukses merampungkan secara resmi Proyek REDD+ Result-Based Payment (RBP) GCF Output 1. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini telah menghasilkan pencapaian monumental, yakni penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 20,25 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2​e) yang diverifikasi untuk periode 2014–2016.

Atas kinerja luar biasa ini, Indonesia berhak menerima insentif internasional senilai US$103,8 juta dari Green Climate Fund (GCF). Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga kemampuannya mengubah aksi iklim menjadi manfaat nyata dan warisan berharga bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Mekanisme dan Pemanfaatan Dana Iklim

Dana insentif dari GCF tersebut dikelola melalui prinsip transparansi dan akuntabilitas oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP). Dana tersebut telah dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai inisiatif kunci:

  • Strategi Nasional REDD+ 2021–2030: Memperkuat kerangka kerja nasional untuk mengurangi deforestasi dan degradasi hutan.
  • Pembangunan Infrastruktur Digital: Pengembangan Sistem Registri Nasional (SRN PPI) dan Sign Smart untuk memastikan pelaporan dan pemantauan aksi iklim yang transparan dan terpusat.
  • Peningkatan Kapasitas Tata Kelola: Memperkuat kemampuan pengelolaan program iklim mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
  • Kesejahteraan Masyarakat: Menghubungkan perlindungan alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan adat.

Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, menekankan bahwa pengelolaan dana ini berfokus pada dampak nyata, tidak hanya pada penjagaan alam, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Indonesia Menuju Target Iklim Ambisius

Pencapaian Proyek REDD+ RBP ini menjadi fondasi krusial bagi Indonesia dalam mencapai target iklimnya yang lebih ambisius. Sekretaris KLH, Rosa Vivien Ratnawati, menegaskan pentingnya konsistensi Indonesia dalam agenda iklim global:

  • Paris Agreement: Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% dengan upaya sendiri, dan hingga 43,20% dengan dukungan internasional pada tahun 2030.
  • Visi Jangka Panjang: Keberhasilan ini menjadi pijakan menuju target FOLU Net Sink 2030 (penyerapan emisi dari sektor kehutanan dan tata guna lahan lebih besar dari emisi) dan visi Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Ibu Rosa Vivien juga menegaskan bahwa pengendalian perubahan iklim adalah tanggung jawab bersama seluruh sektor dan harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel untuk membangun masa depan yang tangguh, hijau, dan inklusif.

Apresiasi dan Pengakuan Mitra Internasional

Keberhasilan Indonesia ini mendapat apresiasi tinggi dari mitra internasional, menegaskan peran strategis negara di panggung global:

  • Hermant Mandal (Direktur Departemen Asia dan Pasifik GCF): Menyebut capaian Indonesia sebagai contoh konkret bagi negara berkembang dalam mengelola insentif berbasis kinerja. Ini membuktikan bahwa tujuan iklim yang ambisius dapat dicapai melalui kemitraan strategis dan komitmen yang kuat.
  • Sara Ferrer Olivella (Presiden UNDP): Menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kemitraan yang dibangun atas dasar saling percaya, dan UNDP akan terus menjadi mitra terpercaya Indonesia.
  • Rohmat Marzuki (Wakil Menteri Kehutanan): Menyoroti dimensi strategis REDD+ dalam pemberdayaan masyarakat lokal dan adat, menunjukkan bahwa pengurangan emisi berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan.

Secara keseluruhan, Proyek REDD+ RBP GCF telah membuktikan kepemimpinan Indonesia dalam aksi iklim dengan menggabungkan kinerja penurunan emisi yang terukur dengan manajemen dana iklim yang transparan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

sumber:

https://hijau.bisnis.com/read/20251007/651/1918106/ri-berhasil-turunkan-emisi-2025-juta-ton-co2e-dan-raih-insentif-internasional-us1038-juta

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO