Bulletin

Peluang investasi hijau di Jakarta

Pertumbuhan ekonomi yang bertanggung jawab menjadi bagian tidak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Pertumbuhan Ekonomi Hijau (green growth) adalah ertumbuhan ekonomi yang kuat, namun juga ramah lingkungan, serta inklusif secara sosial (Bappenas). Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi hijau (green growth) adalah pertumbuhan ekonomi yang berkontribusi terhadap
penggunaan modal alam secara bertanggung jawab, mencegah dan mengurangi polusi, dan menciptakan
peluang untuk meningkatkan kesejahteraan sosial secara keseluruhan dengan membangun ekonomi hijau (green economy), dan akhirnya memungkinkan pencapaian pembangunan berkelanjutan. Maka, ketiga istilah ini tidak dapat dipisahkan: green growth green economy sustainable development (Kasztelan, Armand. 2017).
Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani Paris Agreement. Tahun 2022 merupakan
tahun ke tujuh, Conference of The Parties ke-27 (COP 27) The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) akan diadakan di Mesir pada November 2022 mendatang. Sebagai negara peratifikasi, Indonesia berkomitmen untuk melakukan upaya menurunkan emisi gas rumah kaca dan bergera aktif mencegah terjadinya perubahan iklim.
Investasi hijau merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Investasi berperan sangat penting dalam hal penguatan ekonomi suatu negara. Dengan semakin banyaknya arus modal masuk ke suatu negara akan memberikan dampak positif bagi perekonomian suatu negara dengan aktivasi agen-agen ekonomi yang memberikan efek pengganda
(multiplier effect) bagi suatu perekonomian. Dengan pemahaman konsep ekonomi hijau, tentunya investasi yang diharapkan tumbuh adalah investasi di sektor hijau. Investasi hijau dapat diartikan sebagai investasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, serta sekaligus memperhatikan aspek lingkungan dengan mengurangi risiko kerusakan lingkungan
secara signifikan.
Berdasarkan laporan Climate Investment Opportunities in cities yang dirilis International Finance Corporation (IFC) tahun 2018, Jakarta memiliki peluang untuk mendapatkan investasi hijau yang ramah lingkungan senilai US$ 30 miliar sampai dengan tahun 2030. Adapun rincian potensi investasi tersebut terdiri dari bangunan ramah lingkungan di Jakarta US$ 16 miliar, limbah US$ 725 juta, transportasi umum US$ 660 juta, energi terbarukan US$ 3 miliar, air bersih US$ 3 miliar, dan kendaraan listrik US$ 7 miliar.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI berkolaborasi dengan U20 Mayors Summit dan Bank Indonesia telah menyelenggarakan Jakarta Investment Forum 2022 bertema “Investing in Resilence” pada 1 September 2022.. Terdapat 15 (lima belas) proyek potensial yang milik BUMD DKI Jakarta yang ditawarkan pada acara tersebut.

sumber:
https://invest.jakarta.go.id/upload/files/knowledge/file_15122022100046.pdf

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO