Peluncuran Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia dalam Mendukung Visi Indonesia Emas 2045

Judul Paparan:
“Peluncuran Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia dalam Mendukung Visi Indonesia Emas 2045”
Pemapar:
Febrian Alphyanto Ruddyard (Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas)
Nama Acara:
Peluncuran Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia
Lokasi:
Jakarta, Indonesia (29 April 2025)
Kesimpulan:
Paparan ini memperkenalkan Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia sebagai kerangka strategis untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada transformasi ekonomi hijau dan penciptaan lapangan kerja berkelanjutan. Dokumen ini menegaskan komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 dan menargetkan proporsi tenaga kerja hijau sebesar 2,96%-3,14% pada 2029 (RPJMN 2025-2029).
Poin Kunci:
- Visi dan Fase Pembangunan:
- Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh rata-rata 7% dengan PDB nominal USD 9,8 triliun pada 2045.
- Transformasi dilakukan dalam empat fase (2025-2045), mencakup hilirisasi SDA, peningkatan produktivitas, dan integrasi global.
- Peran Tenaga Kerja Hijau:
- Green jobs menjadi penggerak ekonomi hijau, dengan fokus pada upskilling dan reskilling berbasis kebutuhan industri (demand-driven).
- Contoh sektor prioritas: energi terbarukan, industri pengolahan ramah lingkungan, dan ekonomi sirkular.
- Kolaborasi Multipihak:
- Melibatkan K/L, DUDIKA (Dunia Usaha-Dunia Industri-Dunia Kerja), lembaga pendidikan vokasi, dan mitra global (GIZ Jerman, Prospera Australia, WEF).
- Inisiatif seperti Jobs and Skills Accelerator dengan WEF untuk memperkuat keterampilan tenaga kerja.
- Rencana Aksi:
- Pengembangan ekosistem green jobs melalui kebijakan insentif, pelatihan vokasi, dan perlindungan hak pekerja (kesetaraan gender, upah layak).
- Kolaborasi dengan industri untuk memastikan keselarasan antara pelatihan dan kebutuhan pasar.
Tantangan & Peluang:
- Tantangan: Kesenjangan keterampilan, adaptasi regulasi, dan pendanaan.
- Peluang: Pertumbuhan pasar hijau global, investasi dalam energi terbarukan, dan dukungan mitra internasional.
Dokumen ini menekankan bahwa tenaga kerja hijau adalah tulang punggung transisi ekonomi berkelanjutan, dan kolaborasi semua pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilannya.
Catatan:
- Peta jalan ini sejalan dengan RPJMN 2025-2029 dan komitmen global seperti SDGs dan NZE.
- Bappenas berperan sebagai koordinator utama dalam implementasi strategi nasional ini.
Kontak:
Kementerian PPN/Bappenas – info@bappenas.go.id.
Sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




