Memperkuat Ketahanan Nasional Melalui Penciptaan Lapangan Kerja Berkelanjutan

Judul Paparan:
“Memperkuat Ketahanan Nasional Melalui Penciptaan Lapangan Kerja Berkelanjutan”
Pemapar:
Maliki (Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan, Kementerian PPN/Bappenas)
Nama Acara:
Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2025
Lokasi:
Jakarta, Indonesia (30 April 2025)
Kesimpulan Utama:
Paparan ini menyoroti strategi Bappenas dalam memperkuat ketahanan nasional melalui penciptaan lapangan kerja berkelanjutan (green jobs), sebagai bagian integral dari Visi Indonesia Emas 2045 dan RPJMN 2025-2029. Berikut poin-poin kuncinya:
1. Konteks Transformasi Ekonomi
- Ekonomi hijau menjadi prioritas nasional (Prioritas Nasional 2 RPJMN), dengan fokus pada swasembada energi, industri rendah karbon, dan ekonomi sirkular.
- Tahapan transformasi menuju 2045:
- Fase 1 (2025-2029): Hilirisasi SDA dan peningkatan produktivitas tenaga kerja.
- Fase 2-4 (2030-2045): Akselerasi pertumbuhan (PDB target USD 9,8 triliun) dengan integrasi global.
2. Tantangan Ketenagakerjaan
- Dominasi pekerjaan informal, produktivitas rendah (19% vs AS), dan skill-mismatch.
- Kebutuhan mendesak untuk menyiapkan SDM menghadapi pekerjaan hijau dan teknologi baru.
3. Kebijakan dan Strategi
- Penciptaan Lapangan Kerja Hijau:
- Target proporsi tenaga kerja hijau: 2,96%-3,14% (2029) atau 5,01–5,43 juta pekerja.
- Sektor prioritas: energi terbarukan, pengelolaan limbah, industri hijau, dan ekonomi biru.
- Pengembangan Kompetensi:
- Revitalisasi pendidikan vokasi, reskilling/upskilling, dan sertifikasi berbasis standar internasional.
- Penguatan Ekosistem:
- Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK), perlindungan sosial inklusif, dan kolaborasi multipihak (DUDIKA, mitra global seperti GIZ).
4. Proyeksi dan Implikasi Kebijakan
- Proyeksi tenaga kerja hijau: Meningkat dari 4,01 juta (2025) menjadi 5,43 juta (2029).
- Langkah konkret:
- Penyusunan standar kompetensi hijau, adaptasi kurikulum vokasi, dan perluasan akses pelatihan di daerah potensial.
- Integrasi kebijakan dengan agenda global (SDGs, Net Zero Emission 2060).
5. Rencana Aksi Jangka Panjang
- Tahap I (2025-2029): Penguatan fondasi melalui program pelatihan dan regulasi.
- Tahap II-IV (2030-2045): Ekspansi sektoral dan integrasi regional/global.
Catatan Penting:
- Peran kunci Bappenas: Koordinasi kebijakan lintas sektor untuk memastikan transisi adil dan inklusif.
- Kolaborasi: Kemitraan dengan swasta (CSR hijau), lembaga pendidikan, dan organisasi internasional (WEF, GIZ).
Kontak:
Kementerian PPN/Bappenas – info@bappenas.go.id.
Tindak Lanjut:
Implementasi memerlukan sinergi antara pelatihan vokasi, insentif industri hijau, dan pemantauan melalui indikator RPJMN (misalnya peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi 3,9% pada 2029).
Sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




