Berita

Pemeritah ajak pegiat lingkungan wujudkan wisata bahari berkelanjutan

Strategi Kolektif Menuju Wisata Bahari Berkelanjutan Indonesia

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata, secara resmi memperkuat komitmennya untuk mentransformasi wisata bahari nasional menjadi sektor yang lebih inklusif dan tangguh. Dalam forum Bali Ocean Days 2026, ditekankan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan gerakan akar rumput adalah kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi bahari kelas dunia.

1. Visi Pemerintah: Keamanan dan Keberlanjutan

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat dua pilar: keselamatan (safety) dan keamanan (security) pariwisata.

  • Target: Menciptakan pariwisata yang tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga menjamin perlindungan ekosistem demi kemakmuran generasi mendatang.
  • Pendekatan: Mengutamakan kekuatan kolektif (sinergi antar-lembaga) untuk memastikan regulasi keberlanjutan diterapkan secara konsisten di seluruh titik destinasi.

2. Manajemen Limbah: Investasi dan Tanggung Jawab Individu

Salah satu tantangan terbesar wisata bahari adalah sampah. Suzy Hutomo (Founder Ecotourism Bali) menekankan pergeseran paradigma dalam pengelolaan limbah:

  • Edukasi Wisatawan: Operator wisata tidak hanya bertindak sebagai pelayan, tetapi wajib menjadi pembimbing (guide) agar wisatawan berperilaku ramah lingkungan.
  • Komitmen Operasional: Pelaku industri harus bersedia berinvestasi lebih untuk mengurus sampah, memandangnya sebagai biaya operasional yang tak terelakkan demi menjaga nilai jual destinasi.

3. Solusi Teknologi: Inovasi Pengolahan Sampah

Valerine Chandrakesuma (CEO Wedoo) memaparkan bahwa kesehatan laut adalah jantung ekonomi pariwisata. Untuk mengatasi kendala logistik di daerah terpencil, Wedoo memperkenalkan teknologi:

  • Reduksi Volume 95%: Mesin inovatif yang mampu mengecilkan volume sampah secara drastis di lokasi asal.
  • Nilai Tambah: Mengubah limbah menjadi produk sampingan yang bernilai ekonomi, sehingga pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban biaya semata, melainkan peluang usaha.

4. Studi Kasus Keberhasilan: Restorasi Terumbu Karang Pemuteran

Contoh nyata pemulihan ekosistem ditunjukkan oleh Yayasan Karang Lestari di Desa Pemuteran, Bali.

  • Metode Biorock: Penggunaan teknologi berbasis listrik arus lemah untuk mempercepat pertumbuhan struktur terumbu karang yang sebelumnya rusak.
  • Dampak Ekonomi: Keberhasilan restorasi ini secara langsung meningkatkan kualitas pariwisata desa, membuktikan bahwa pelestarian alam berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan masyarakat.

Kesimpulan dan Langkah Strategis

Masa depan wisata bahari Indonesia bergantung pada tiga hal:

  1. Regulasi yang Kuat: Implementasi kebijakan yang tidak hanya tertulis, tetapi diawasi secara ketat.
  2. Gotong Royong Teknologi: Adopsi mesin pengolah sampah untuk daerah terpencil.
  3. Kesadaran Kolektif: Sinergi antara pemerintah yang membuat aturan, operator yang membimbing, dan masyarakat yang menjaga.

sumber:

https://www.antaranews.com/berita/5390778/pemeritah-ajak-pegiatlingkungan-wujudkan-wisata-bahari-berkelanjutan

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO