Pemkab Kudus Jadikan Desa Sidorekso Percontohan Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, menjadikan Desa Sidorekso sebagai desa percontohan dalam mengatasi permasalahan sampah dengan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) menggunakan alat pirolisis. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.
Bupati Kudus, Samani Intakoris, menyatakan bahwa Pemkab akan membantu desa dalam mengoperasikan alat pirolisis secara maksimal agar manfaatnya benar-benar terlihat. “Kami akan membantu desa mengoperasikannya secara maksimal terlebih dahulu, sehingga benar-benar terlihat manfaatnya dalam mengurangi permasalahan sampah di desa ini,” kata Samani saat mengunjungi mesin pirolisis di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Minggu (24/3).
Bupati yang didampingi oleh Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan, dan Kepala Desa Sidorekso, Mochamad Arifin, menambahkan bahwa alat pirolisis ini dapat digandakan dan diterapkan di desa lain yang memiliki potensi serupa. Namun, syarat utamanya adalah masyarakat harus mau memilah sampah terlebih dahulu. “Butuh dukungan banyak pihak agar program ini berhasil,” ujarnya.
Sanksi bagi yang Tidak Memilah Sampah
Pemerintah Desa Sidorekso telah memberlakukan sanksi bagi warga yang enggan memilah sampah. Warga yang tidak mematuhi aturan ini tidak akan dilayani pengambilan sampahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan sampah yang masuk ke mesin pirolisis sudah terpilah dengan baik.
Hasil Pengolahan Sampah
Bupati Samani mengungkapkan bahwa pengolahan sampah plastik menjadi BBM telah berhasil mengurangi timbunan sampah di Desa Sidorekso. Setiap harinya, timbunan sampah yang mencapai 3,5 ton bisa dikurangi hingga 20% karena sampah plastiknya diolah menjadi BBM. Sementara itu, sampah organik diolah menjadi pupuk organik oleh PT Djarum Kudus. Dengan demikian, hanya sekitar 20% sampah residu yang tidak dapat diolah lagi.
Rencana Pengembangan
Pemkab Kudus berencana mengajukan bantuan ke pemerintah pusat untuk membuat alat pirolisis dengan kapasitas lebih besar. Hal ini diharapkan dapat membantu menangani permasalahan sampah plastik di Kabupaten Kudus secara lebih efektif.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Kepala Desa Sidorekso, Mochamad Arifin, menjelaskan bahwa alat pirolisis tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menghemat biaya operasional desa. BBM yang dihasilkan, seperti solar, dapat digunakan untuk mengoperasikan mesin pemilah sampah milik desa. Setiap harinya, mesin pirolisis mampu mengolah 50 kilogram sampah plastik dan menghasilkan 30-35 liter BBM.
Minyak yang dihasilkan dari proses pirolisis masih perlu dijernihkan menggunakan bentonit, sejenis mineral dari tanah, sebelum dapat digunakan sebagai bahan bakar. Minyak tersebut dapat diolah lebih lanjut menjadi bensin atau solar.
Dukungan dan Kolaborasi
Program ini memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, untuk memastikan keberhasilannya. Dengan adanya inisiatif ini, Desa Sidorekso diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Sumber: Antara News
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




