Peta jalan ekonomi biru Indonesia | edisi 2

Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia menetapkan jalur menuju ekonomi maritim yang terdiversifikasi
dan berkelanjutan untuk Indonesia, memastikan kesehatan dan ketahanan ekosistem laut, dan
menjamin manfaat bagi generasi saat ini dan yang akan datang. Peta Jalan ini memberikan panduan
tentang bagaimana ekonomi biru dapat meningkatkan produktivitas dan berkontribusi pada
transformasi ekonomi menuju Visi Indonesia 2045.
Pengembangan ekonomi biru di Indonesia dipandu dengan visi “Sumber daya pesisir dan laut kita yang
beragam dikelola secara berkelanjutan melalui ekonomi biru yang berbasis pengetahuan untuk
menciptakan kesejahteraan sosial ekonomi, memastikan lingkungan laut yang sehat, dan memperkuat
ketahanan untuk kepentingan generasi sekarang dan masa depan.” Visi ini akan diwujudkan melalui
pelaksanaan empat misi, yaitu; (1) mendorong pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan; (2)
menjamin laut yang sehat, tangguh, dan produktif; (3) meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan
kemakmuran bersama; dan (4) menciptakan lingkungan pemampu.
Visi dan misi pembangunan ekonomi biru di Indonesia dibangun berdasarkan kekuatan dan tantangan
yang dimiliki Indonesia. Kekuatan ekonomi biru Indonesia bertumpu pada karakteristik Indonesia
sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan populasi terbesar
keempat di dunia, serta kekayaan sumber daya alam laut, baik hayati maupun non-hanyati. Indonesia
juga merupakan bangsa nelayan terbesar kedua di dunia, dan telah menjadi pusat keanekaragaman
hayati laut dunia (contohnya, segitiga terumbu karang). Kekuatan-kekuatan tersebut menjadi
modalitas bagi Indonesia untuk menghadapi beberapa tantangan, seperti (i) kurangnya koherensi,
sinergi, dan kapasitas dalam kebijakan dan pelaksanaannya; (ii) kurangnya investasi di bidang
infrastruktur, termasuk di bidang transportasi; (iii) ketimpangan yang tinggi antarkelompok
pendapatan dan wilayah; (iv) ketergantungan yang tinggi pada bahan bakar fosil; (v) rendahnya tingkat
dan buruknya akses terhadap literasi kelautan; (vi) degradasi lingkungan, termasuk di ekosistem laut
dan pesisir; dan (vii) kurangnya data sumber daya kelautan dan pesisir serta dampak
sosioekonominya.
Pencapaian visi dan misi tersebut diwakili oleh tiga target utama, yaitu (1) persentase lingkungan laut
Indonesia yang ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan (KKP), (2) produk domestik bruto
(PDB) sektor maritim; dan (3) jumlah tenaga kerja sektor maritim. Ketiga target tersebut juga mewakili
komitmen nasional untuk memastikan bahwa pengembangan ekonomi biru di Indonesia mampu
mengoptimalkan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi negara.
Keempat misi tersebut akan dilaksanakan melalui beberapa rencana aksi strategis yang mencakup
lima tahapan pelaksanaan, yaitu: (1) Tahapan I 2023-2024 yang berfokus pada penguatan konsolidasi
ekosistem ekonomi biru di Indonesia; (2) Tahapan II 2025-2029 yang berfokus pada pengembangan
ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia; (3) Tahapan III 2030-2034 yang
berfokus pada perluasan sektor ekonomi biru Indonesia melalui diversifikasi; (4) Tahapan IV 2035-
2039 yang berfokus pada peningkatan kontribusi dan daya saing ekonomi biru Indonesia; dan (5)
Tahapan V 2040-2045 yang berfokus pada pemajuan ekonomi biru yang berkelanjutan di Indonesia.
Secara keseluruhan, Peta Jalan ini akan mengarahkan aksi kolaboratif yang melibatkan pihak publik
dan swasta untuk mencapai agenda Indonesia 2045 dan tujuan pembangunan yang berkelanjutan.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




