Proyeksi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Indonesia dalam Skenario ๐๐ ๐ฝ๐๐จ๐ dan ๐ผ๐๐๐ฟ

Bagaimana proyeksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Indonesia dalam beberapa tahun ke depan? Berdasarkan dokumen RUPTLN 2025โ2034, terlihat perbedaan signifikan antara skenario ๐๐๐ฃ๐๐ฌ๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ๐๐ง๐๐ฎ (๐๐) ๐ฝ๐๐จ๐ dan ๐ผ๐๐๐๐ก๐๐ง๐๐ฉ๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐ฌ๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ๐๐ง๐๐ฎ ๐ฟ๐๐ซ๐๐ก๐ค๐ฅ๐ข๐๐ฃ๐ฉ (๐ผ๐๐๐ฟ). Kedua skenario ini menggambarkan arah kebijakan energi nasional menuju transisi energi bersih.
Dalam skenario RE Base, emisi GRK terus meningkat dari 309 juta tCOโ pada 2025 menjadi 374 juta tCOโ di tahun 2034. Sementara itu, skenario ARED menunjukkan pendekatan yang lebih progresif, dengan emisi yang lebih rendah di hampir setiap tahunnya dan mencapai 362 juta tCOโ pada akhir periode. Hal ini menunjukkan bahwa percepatan pemanfaatan energi terbarukan mampu menekan laju emisi, meskipun tren peningkatan masih terjadi.
Penting bagi kita untuk mendorong implementasi kebijakan ARED secara konsisten agar Indonesia dapat mencapai target penurunan emisi sesuai komitmen global. Transisi energi bukan hanya tentang penggantian sumber daya, tetapi juga komitmen untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Source:




