Kamus Istilah Informasi Geospasial

Dalam rangka memperingati 50 tahun dedikasi kepada pembangunan Indonesia, Badan Informasi Geospasial (BIG) mempersembahkan “Buku Kamus Istilah Geospasial” sebagai panduan lengkap untuk memahami istilah-istilah geospasial. Kehadiran buku ini mencerminkan komitmen BIG dalam mendukung kebutuhan informasi geospasial yang semakin penting di era Revolusi Industri 4.0, di mana keterbukaan dan presisi data memainkan peran sentral dalam pengambilan keputusan.
Mengapa Buku Ini Penting?
Informasi geospasial telah menjadi fondasi utama bagi berbagai sektor, mulai dari perencanaan tata ruang, mitigasi bencana, hingga pengembangan kota pintar (smart city). Namun, perbedaan pemahaman terhadap istilah teknis sering menjadi tantangan dalam implementasinya. Buku ini hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut, menyediakan definisi yang disusun sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga dapat menjadi rujukan yang terpercaya dan seragam.
Isi Buku: Apa yang Akan Anda Temukan?
Buku ini mencakup istilah-istilah yang digunakan dalam setiap tahapan penyelenggaraan informasi geospasial, yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama:
1. Akuisisi Data
Pada tahap ini, istilah-istilah yang terkait dengan pengumpulan data geospasial dibahas, seperti:
- Air celah: Definisi mengenai air yang mengisi celah antarpartikel tanah atau batuan.
- Air lapisan: Air yang terdapat di lapisan tertentu di bawah permukaan tanah.
- Airborne positioning: Teknik penentuan posisi menggunakan wahana udara seperti pesawat atau drone.
2. Pengolahan Data
Tahap ini melibatkan proses untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang siap digunakan. Istilah yang disoroti meliputi:
- Arc: Segmen melengkung dalam peta yang mewakili fitur geografis tertentu.
- Area chain: Rantai area yang digunakan untuk menentukan batas suatu wilayah.
- Atribut: Informasi tambahan yang melekat pada suatu fitur geospasial, seperti nama atau fungsi.
3. Pemanfaatan Data
Mencakup istilah yang berhubungan dengan aplikasi data geospasial dalam berbagai sektor, seperti:
- Asosiasi feature: Hubungan antara satu fitur dengan fitur lainnya dalam sebuah peta.
- Cetak kontak: Metode pencetakan langsung untuk menghasilkan salinan data geospasial.
- Chain: Rangkaian titik atau garis yang digunakan untuk menggambarkan fitur tertentu.
Manfaat Utama Buku Ini
- Referensi Bagi Profesional
Buku ini menjadi panduan praktis untuk para ahli geospasial dalam memastikan terminologi yang digunakan seragam dan sesuai standar. - Pendukung Akademisi dan Penelitian
Mahasiswa, dosen, dan peneliti dapat mengandalkan buku ini untuk memahami konsep dasar hingga lanjutan, mendukung pembelajaran dan pengembangan inovasi. - Meningkatkan Literasi Geospasial Masyarakat
Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini membuka akses bagi masyarakat umum untuk mengenal dan memahami istilah geospasial, sehingga meningkatkan partisipasi dalam berbagai program berbasis data spasial.
Relevansi di Era Revolusi Industri 4.0
Di era yang ditandai dengan percepatan teknologi digital, kebutuhan akan data geospasial yang akurat dan interoperable semakin mendesak. Buku ini menjadi landasan untuk mendukung integrasi data geospasial dengan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Big Data, yang sangat penting dalam mewujudkan solusi berbasis data untuk berbagai tantangan modern.
“Buku Kamus Istilah Geospasial” adalah karya monumental dari BIG yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan lintas sektor, mulai dari profesional hingga masyarakat umum. Dengan buku ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat literasi geospasial, meningkatkan kolaborasi, dan memastikan pemanfaatan data geospasial yang optimal dalam pembangunan nasional.
sumber :
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




