Seberapa Hijau Kota-kota di Asia?

Tutupan pohon di kawasan perkotaan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan penduduknya. Pohon tidak hanya membantu mengurangi suhu ekstrem tetapi juga memberikan efek positif bagi kesehatan fisik dan mental penghuni kota. Namun, di beberapa kota Asia, masih banyak daerah yang kekurangan ruang hijau, menyebabkan peningkatan suhu yang ekstrem dan pengurangan kualitas hidup.
Fatima Irfan Shaikh dari Karachi, Pakistan, mengungkapkan bahwa kotanya kekurangan tanaman hijau, dengan hanya beberapa jalan yang ditumbuhi pepohonan dan taman kecil yang tidak cukup untuk menyejukkan kota. Situasi serupa dialami oleh kota besar lainnya seperti New Delhi, India, dan Dhaka, Bangladesh, di mana sebagian besar penduduk tinggal di wilayah yang minim tutupan pohon.
Perbandingan Tutupan Pohon di Berbagai Kota
Tidak semua kota di Asia memiliki kondisi yang sama. Di wilayah metropolitan Mumbai, India, tutupan pohon mencapai 20 persen di beberapa area, memberikan kesejukan dan estetika alami yang sangat dibutuhkan di kawasan yang padat penduduk. Namun, ketidakseimbangan juga terjadi di kota ini; kawasan hijau lebih banyak terdapat di pinggiran, sementara di pusat kota, pembangunan yang pesat mengancam keberadaan pepohonan. Ahli ekologi Mayuresh Ghash dari Mumbai menyatakan bahwa pembangunan yang tidak memperhitungkan keberadaan pohon dapat membahayakan keseimbangan ekosistem perkotaan.
Sementara itu, kota seperti Beijing menghadapi tantangan besar karena hanya 10 persen dari wilayah kotanya yang ditutupi pepohonan. Mengingat kondisi ini, banyak pakar berpendapat bahwa kota-kota dengan kepadatan penduduk tinggi perlu memprioritaskan penghijauan dalam perencanaan pembangunan, baik melalui pepohonan jalan maupun solusi inovatif seperti tembok hijau vertikal dan taman atap.
Singapura sebagai Contoh Kota Hijau di Asia
Singapura adalah contoh sukses dari kota padat penduduk yang berhasil mempertahankan tutupan pohon yang memadai. Negara ini telah mengintegrasikan ruang hijau ke dalam perencanaan kotanya, dengan jalur hijau yang mengelilingi jalan raya besar serta taman-taman vertikal yang mempercantik gedung-gedung bertingkat. Chua Yen Ling, Direktur Strategi dan Perencanaan di Dewan Taman Nasional Singapura, menyatakan bahwa negara ini sangat serius dalam mempertahankan kawasan hijau di tengah pembangunan yang pesat.
Ancaman Gelombang Panas dan Pentingnya Pepohonan di Perkotaan
Gelombang panas di Asia mencapai puncaknya pada awal 2024, dengan suhu di beberapa daerah, termasuk New Delhi, melebihi 50 derajat Celsius. Kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di lingkungan dengan minim pohon. Di India, gelombang panas telah menyebabkan kematian lebih dari 100 orang selama bulan-bulan musim panas, memperlihatkan betapa mendesaknya kebutuhan akan penghijauan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem.
Menuju Masa Depan Kota “Spons” dan Ruang Hijau
Beberapa kota di dunia mulai mengadopsi konsep “kota spons” dengan mengganti beton dan aspal dengan desain yang lebih ramah lingkungan, memungkinkan air meresap dan menyerap panas lebih efektif. Di kota-kota dengan kepadatan tinggi seperti Kolombo, Mumbai, dan Singapura, pepohonan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kota, bahkan menyamai standar negara-negara maju. Secara keseluruhan, kota-kota dengan tingkat pembangunan ekonomi yang lebih tinggi memiliki cakupan pohon yang lebih memadai, yang membawa manfaat besar bagi kesejahteraan penduduknya.
Di masa depan, penghijauan perkotaan akan menjadi faktor penting bagi kota-kota di Asia untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sejuk, dan layak huni. Upaya untuk meningkatkan tutupan pohon harus menjadi prioritas dalam kebijakan perencanaan kota, agar kota-kota Asia dapat bersaing dalam hal kesehatan lingkungan dengan negara-negara maju.
Sumber:
https://news.detik.com/dw/d-7626107/seberapa-hijaukah-kota-kota-di-asia
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




