Berita

Setelah temuan parasetamol di Teluk Jakarta, riset temukan obat diabetes terdeteksi di sungai ibu kota

Ancaman Polutan Baru: Zat Aktif Obat Diabetes (Metformin) Mulai Mencemari Sungai Jakarta

Kondisi perairan di Ibu Kota Jakarta kian memprihatinkan. Setelah geger temuan kontaminasi parasetamol di Teluk Jakarta pada 2021, riset terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laboratorium Kesehatan DKI Jakarta, serta dua universitas di Inggris (Juni 2022) mengungkap fakta baru: Metformin, obat diabetes tipe 2 yang paling populer di dunia, kini terdeteksi di aliran air Sungai Angke, Jakarta.

Temuan ini mengukuhkan masuknya zat aktif farmasi sebagai kategori polutan baru (contaminants of emerging concern) yang mengancam ekosistem perairan Indonesia.

Bagaimana Obat Diabetes Bisa Sampai ke Sungai?

Berbeda dengan karakteristik obat lain yang hancur dilebur oleh metabolisme tubuh, metformin tidak dapat diurai oleh tubuh manusia.

  • Jalur Pencemaran: Obat ini dikeluarkan hampir utuh melalui urine pasien diabetes $\rightarrow$ masuk ke sistem pembuangan toilet domestik $\rightarrow$ mengalir langsung ke sungai tanpa proses pengolahan limbah (wastewater treatment) yang memadai.
  • Kondisi Sungai Angke: Sebagai lokasi penemuan, sungai ini menampung beban berat dari berbagai polutan non-filter, mulai dari limbah rumah tangga, limbah industri, hingga sampah padat.

Data Tingkat Pencemaran di Sungai Angke

Analisis sampel air di enam titik Sungai Angke menunjukkan kadar metformin berkisar antara 27 hingga 414 nanogram per liter (ng/L).

Titik SampelKarakteristik & Kadar MetforminPosisi Data Global
Konsentrasi Terendah27 ng/LLebih tinggi dari 5% data sungai dunia (Persentil ke-5)
Konsentrasi Tertinggi414 ng/L (Kondisi air sangat keruh, pekat, dan tinggi logam mangan)Lebih tinggi dari 40% data sungai dunia (Persentil ke-40)

Dampak Nyata Terhadap Ekosistem dan Manusia

Meskipun angkanya terlihat kecil (dalam satuan nanogram), secara biologis kadar 100 ng/L saja sudah mampu memicu efek negatif pada organisme air. Metformin juga sulit terurai secara alami dan menghasilkan produk turunan bernama guanylurea.

1. Dampak pada Biota Air

  • Kerang Biru (Mytilus edulis): Mengalami gangguan sistem reproduksi dan kerusakan jaringan tubuh.
  • Ikan: Menghambat perkembangan embrio, mengganggu pertumbuhan, merusak sistem metabolisme, serta merusak fungsi reproduksi.

2. Efek Domino pada Kesehatan Manusia

Zat kimia yang mengendap ini berpotensi masuk ke dalam rantai makanan manusia melalui:

  • Air sungai yang digunakan untuk irigasi pertanian (terserap sayuran).
  • Air sungai yang digunakan untuk tambak perikanan (terakumulasi pada daging ikan).
  • Air minum, mengingat sistem filtrasi air konvensional saat ini belum mampu menyaring residu farmasi berukuran mikro secara sempurna. Paparan jangka panjang diduga kuat membawa risiko serius bagi kesehatan, meski risikonya masih terus diteliti.

Urgensi Regulasi dan Proyeksi Masa Depan

Masalah utama saat ini adalah ketiadaan payung hukum. Pemerintah Indonesia memang memiliki standar baku mutu air, namun zat aktif farmasi seperti metformin belum masuk dalam daftar resmi zat berbahaya yang diatur regulasi.

Padahal, kebutuhan obat ini diprediksi akan melonjak tajam seiring meningkatnya kasus diabetes di Indonesia:

  • Prevalensi Saat Ini: Berada di angka 11,3% dari total populasi dewasa.
  • Prediksi Lonjakan Pasien: 20,4 juta orang (2024) $\rightarrow$ 28,6 juta orang (2050).

Jika penggunaan metformin meningkat tanpa adanya perbaikan sistem saniter, maka konsentrasi zat kimia berbahaya ini di perairan Jakarta dipastikan akan meledak di masa depan.

Rekomendasi Solusi Berdasarkan Studi

Untuk mencegah krisis lingkungan yang lebih parah, studi ini merekomendasikan 4 langkah taktis yang harus segera diambil:

  1. Modernisasi Infrastruktur Limbah: Mengembangkan sistem pengolahan air limbah domestik, industri, dan medis yang dilengkapi teknologi filter senyawa farmasi.
  2. Edukasi Pembuangan Obat (Drop Box): Mengedukasi masyarakat luas agar tidak membuang sisa atau kedaluwarsa obat ke dalam wastafel atau lubang toilet.
  3. Penegakan Hukum & Pemantauan: Melakukan pengawasan ketat terhadap limbah industri dan menetapkan pemantauan rutin zat farmasi pada badan air.
  4. Riset Lanjutan: Melakukan penelitian berskala makro untuk memetakan seberapa luas sebaran zat farmasi ini di seluruh wilayah perairan Indonesia.

sumber:
https://theconversation.com/setelah-temuan-parasetamol-di-teluk-jakarta-riset-temukan-obat-diabetes-terdeteksi-di-sungai-ibu-kota-269194

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO