Buku

Solusi Sampah Kota dengan Memberdayakan Masyarakat

Buku ini ditulis sebagai kontribusi untuk melengkapi berbagai kegiatan dan berbagai karya dari
Dana Mitra Lingkungan yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pelestarian dan pengembangan lingkungan hidup. Salah satu masalah besar yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan adalah semakin meningkatnya emisi gas rumah kaca (GRK) yang berdampak langsung pada pemanasan global yang mengakibatkan cuaca ekstrim dan gangguan bencana alam di hampir seluruh pelosok dunia. Salah satu penyebab emisi GRK tersebut adalah gas metan yang berasal dari tumpukan sampah baik yang resmi ditumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun yang ditumpuk dan dibuang sembarangan.

Untuk itu, buku ini ditulis dengan maksud untuk menguraikan perlunya perubahan paradigma dalam manajemen sampah dengan memberikan alternatif cara mengolah sampah kota yang selama ini masih
mengandalkan tempat pembuangan akhir (TPA) yang kenyataannya masih menjadi tempat penumpukan tapi umumnya belum diolah. Walaupun pemerintah sudah mencanangkan perubahan fungsi TPA menjadi tempat pengolahan sampah terpadu. Proses pengolahan sampah yang akan diperkenalkan pada buku ini adalah model komunal Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar terbarukan padat (solid renewable fuel) dan menggunakan peralatan yang mudah di dapat di sekitar lokasi TOSS.

Model TOSS ini dirancang agar dapat memberdayakan masyarakat sehingga bersifat padat karya. Model ini merupakan hasil pemikiran dan kajian bukan semata- mata aspek teknik dan ekonomi, tetapi juga masalah birokrasi dan juga aspek sosial dan budaya masyarakat yang berbeda di setiap daerah dan sudah ada Peraturan Presiden no 35/2018 untuk percepatan penanggulangan TPA di 12 kota besar, nyatanya sampai saat ini hampir semua kota besar di Indonesia mengalami masalah TPA. Baru Surabaya dan menyusul Solo yang sudah mulai mengolah sampahnya menjadi energi.

Banyak kendala yang menyebabkan terlambatnya program tersebut yang menurut komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpotensi merugikan negara karena tarif listrik yang lebih tinggi harus dibeli oleh PT PLN (Persero) (PLN) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Indonesia. Selain itu nilai jasa olah sampah (tipping fee) yang harus disediakan oleh pemerintah daerah juga terlalu tinggi dibandingkan dengan kemampuan anggaran daerah tersebut.

Namun apabila model TOSS ini diterapkan di setiap kabupaten/ kota, maka permasalahan kritis TPA di setiap kota dapat teratasi dan sampah yang sudah menumpuk di TPA juga bisa diolah dengan model TOSS secara padat karya terpadu, sejalan dengan perubahan istilah TPA menjadi TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu).

Pemda yang menerapkan model TOSS terpadu ini juga akan dapat menyelesaikan sampah domestik yang selama ini dibuang sembarangan ke jalan atau saluran air karena keterbatasan fasilitas dan kapasitas sehingga tidak tertangani. Dalam lingkup nasional dan global, pemda dan instansi pemerintah maupun swasta yang menerapkan model TOSS padat karya terpadu ini akan memberikan kontribusi terhadap komitmen Indonesia untuk menurunkan gas rumah kaca dengan cara mengurangi dampak negatif dari timbulan yang menhasilkan gar metana CH4 yang bahayanya 20 kali lebih tinggi daripada gas karbon CO2.

Selain itu buku ini ditulis dengan maksud utama memberikan edukasi kepada masyarakat bukan saja tentang pentingnya mengembangkan sikap untuk tidak mengotori lingkungan yang berasal dari sampah kita tetapi juga memberikan jalan keluar yang mudah untuk berkontribusi dalam mengelola sampah di komunitas kita sendiri sebagai sumber sampah.

Buku peluang usaha jasa olah sampah skala komunitas ini ditulis dengan harapan dapat membuka
kesempatan bagi usaha rakyat termasuk Koperasi, UMKM, bahkan ibu-ibu PKK, untuk mendapatkan penghasilan sekaligus memberikan kontribusi bagi penanggulangan sampah. Untuk memberikan gambaran awal tentang mengapa kita perlu membaca buku ini, berikut ini akan disampaikan bahwa sedikitnya ada 7 (tujuh) manfaat dari model pengolahan sampah berbasis komunita yang disebut TOSS (teknologi olah sampah di sumbernya).

Sumber:

[button color=”primary” size=”medium” link=”https://drive.google.com/file/d/1FdUHGbVKvdimNKwPZcAuJFTMrN3_92Mh/view?usp=sharing” icon=”” target=”true” nofollow=”false”]DOWNLOAD[/button]

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Baca juga
Close
Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO