Strategi perancangan kawasan perumahan berkelanjutan dengan pendekatan water sensitive urban design di kawasan bandung utara

Kawasan Bandung Utara (KBU) merupakan sebuah kawasan konservasi dan kawasan lindung yang meliputi wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat di bagian utara. KBu memiliki perancan penting sebagai area resapan dan penyimpan cadangan air bagi daerah- daerah dibawahnya. Wilayah Kabupaten Barat dalam hal ini merupakan wilayah dengan persentase terbesar di KBU yaitu mencakup 25.227,80 Ha atau sekitar 64% dari total luas KBU. Isu lingkungan yang saat ini terjadi di KBU adalah peningkatan alih fungsi lahan dari pertanian dan perkebunan menjadi permukiman, serta rendahnya pengelolaan kawasan lindung dan sempadan sungai yang berdampak pada berkurangnya area resapan air hujan sehingga pada akhirnya menyebabkan terjadinya banjir dan penurunan muka air tanah di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat. Resapan air hujan sangat berperan dalam mempertahankan keseimbangan ekologis cadangan air tahan serta kebutuhan air tanah penduduk. Berkurangnya area resapan di wilayah KBU khususnya Kabupaten Bandung Barat, dalam hal ini , tidak hanya berdampak pada bencana banjir pada wilayah Cimahi dan sekitarnya namun juga menyebabkan terjadinya krisis air bersih di sebagian wilayah Bandung Barat ketika musim kemarau. Berdasarkan isu tersebut, dibutuhkan solusi untuk menengahi kebutuhan pemukiman dengan kebutuhan area resapan hujan dan ruang terbuka hijau, khususnya pada wilayah-wilayah konservasi atau kawasan lindung. Penelitian ini selanjutnya merupakan upaya untuk merespon isu pemenuhan kebutuhan perumahan sekaligus kebutuhan area resapan hujan melalui Perancangan Perumahan berkelanjutan dengan pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD). Desain Kawasan Menurut Budiharsono (2001), kawasan sering disebut juga sebagai ruang atau space yang memiliki wadah kehidupan manusia beserta sumber daya alam yang terkandung di dalamnya, seperti air, tanah, dan ruang sebagai satu kesatuan. Dalam perencanaan kawasan, biasanya merupakan proses perencanaan yang berhubungan dengan kualitas lingkungan fisik kota (Shirvani 1985). Gambaran Lokasi Penelitian (Kelurahan Citeureup) Secara administrasi tapak berada di Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, namun secara kewilayahan, tapak termasuk dalam deliniasi Kawasan Bandung Utara (KBU) serta berdekatan dengan wilayah Kabupaten Bandung Barat. Cimahi Utara merupakan wilayah konservasi air untuk menjaga ketersediaan air tanah bagi kebutuhan hidup penduduk. Secara geografis Cimahi Utara berada pada daerah yang cukup landau dengan kemiringan rata-rata 8-15%. Adanya perubahan fungsi lahan pertanian menjadi permukiman di Cimahi Utara serta pembangunan permukiman baru di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) menyebabkan semakin rendahnya daya dukung lingkungan hingga akhirnya menyebabkan terjadinya banjir di ruas-ruas jalan utama Kota Cimahi dan di Kawasan permukiman penduduk. Berdasarkan peta pemanfaatan Ruang Kawasan Bandung Utara, wilayah Cimahi Utara direncanakan untuk lahan pertanian, Kawasan pedesaan, dan sebagian kecil untuk hutan produksi.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




