Berita

Surabaya Dinilai Miliki Pengelolaan Sampah Terbaik Nasional

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi kegiatan kerja bakti atau korve yang digelar di sepanjang Sungai Kalimas di Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dinilai mencerminkan komitmen kuat pemerintah kota dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Saat meninjau langsung kegiatan tersebut pada Jumat, Menteri Hanif menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian Surabaya dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, saat ini Surabaya menjadi kota dengan kinerja pengelolaan sampah terbaik di Indonesia.

“Saya sangat bangga, benar-benar bangga dengan Kota Surabaya. Saat ini Surabaya merupakan kota dengan pengelolaan sampah terbaik secara nasional,” ujar Hanif.

Ia menilai upaya perbaikan lingkungan di Surabaya tidak hanya terlihat di kawasan pusat kota, tetapi juga di berbagai wilayah permukiman yang terus berbenah. Hal tersebut tercermin dari penilaian kinerja pengelolaan sampah yang menempatkan Surabaya pada posisi tertinggi secara nasional.

Penanganan Sampah Capai 95 Persen

Menurut Hanif, Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 ton diproyeksikan dapat diolah melalui fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo.

Dengan sistem pengelolaan yang terus diperkuat, tingkat penanganan sampah di Surabaya saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Angka tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi di antara kota-kota besar di Indonesia.

Pemerintah pusat juga terus mengawal pengembangan pengolahan sampah menjadi energi di fasilitas PLTSa tersebut. Menteri Hanif menjelaskan bahwa dukungan pendanaan dari pemerintah pusat telah disiapkan dalam beberapa tahap.

Ia menyebutkan bahwa untuk pendanaan tahun 2025, pencairan anggaran akan dilakukan tahun ini setelah memperoleh persetujuan dari Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan. Sebelumnya sempat terjadi kendala akibat perubahan regulasi, namun setelah proses pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan, pembayaran untuk fasilitas PLTSa Benowo segera direalisasikan.

Peran Aktif Masyarakat

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kegiatan kerja bakti di Sungai Kalimas merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat Surabaya kini mulai terbiasa melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga.

“Selama ini warga Surabaya sudah mulai melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, dan arahan dari Pak Menteri semakin menguatkan keyakinan masyarakat bahwa program ini memang sejalan dengan amanat undang-undang,” ujar Eri.

Pemerintah Kota Surabaya juga telah mewajibkan pemilahan sampah tidak hanya di rumah tangga, tetapi juga di sektor usaha seperti hotel, restoran, kafe, serta pusat perbelanjaan.

Selain itu, pengangkutan sampah dari sektor usaha diwajibkan menggunakan kendaraan compactor. Pemerintah kota juga melarang praktik pembakaran sampah guna menjaga kualitas lingkungan.

Eri berharap dengan dukungan pemerintah pusat, kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kampung maupun sektor usaha dapat terus diperkuat sehingga beban penanganan sampah kota semakin berkurang.


Sumber berita:
https://www.antaranews.com/berita/5457455/menteri-lh-puji-pengelolaan-sampah-di-surabaya

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO