Berita

ULM Wujudkan Pusat Riset dan Edukasi Hutan Berkelanjutan, Tonggak Baru Konservasi dan Inovasi di Kalimantan Selatan

Komitmen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan membangun masa depan kehutanan berkelanjutan memasuki babak baru. Melalui diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), ULM kini resmi memegang dasar hukum untuk mengembangkan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) menjadi pusat unggulan riset, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Selatan.

SK RPJP ini merupakan landasan strategis yang memungkinkan ULM untuk merancang dan mengimplementasikan visi besar dalam menjadikan hutan sebagai laboratorium hidup, ruang pembelajaran terbuka, serta lokus inovasi dalam mitigasi perubahan iklim dan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat.

“SK RPJP ini menjadi dasar hukum dan operasional bagi ULM dalam mengembangkan KHDTK sebagai kawasan unggulan untuk pendidikan, penelitian, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelas Rektor ULM Prof. Ahmad Alim Bachri, dalam konferensi pers di Banjarmasin, Rabu (6/8).

Lebih jauh, Prof. Ahmad menekankan bahwa keberadaan KHDTK memperkuat posisi ULM sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada akademik semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, hingga global.

KHDTK sebagai Pusat Riset Global dan Eduwisata

Ketua KHDTK ULM, Dr. Muhammad Helmi, menjelaskan bahwa kawasan hutan seluas 1.617 hektare yang terletak di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, itu dirancang menjadi pusat riset global dan pendidikan kehutanan berbasis pendekatan sustainable forest management.

KHDTK ULM diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar bagi sivitas akademika, tetapi juga menjadi wahana edukasi terbuka untuk publik, khususnya generasi muda. Melalui konsep sekolah alam dan eduwisata hutan tropis, pelajar dari jenjang SD hingga SMA dapat mengenal lebih dekat ekosistem hutan, flora-fauna endemik, serta pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

“Kami menyiapkan kawasan ini sebagai laboratorium alam, tempat belajar yang menyenangkan dan aplikatif. Tidak hanya untuk riset akademik, tetapi juga untuk pelajar dan masyarakat umum,” tutur Helmi.

Program-program unggulan yang akan dikembangkan di KHDTK antara lain:

  • Fasilitasi riset terbuka tentang geologi, vegetasi, mikroiklim, dan ekosistem hutan.
  • Pendirian sekolah alam dan program edukatif untuk siswa berbagai jenjang.
  • Pengelolaan hutan berbasis karbon sebagai langkah konkret mitigasi perubahan iklim.
  • Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan melalui pelatihan pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu seperti madu, rotan, dan tanaman herbal.

KHDTK 2.0: Inovasi dan Kolaborasi Multi-Pihak

Mengusung pendekatan KHDTK 2.0, ULM bertekad membangun sistem pengelolaan hutan yang berbasis inovasi dan kolaborasi lintas sektor, sebagaimana diarahkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) KLHK.

Dalam implementasinya, ULM membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, koperasi, lembaga non-profit, serta mitra internasional. Sinergi ini menjadi kunci untuk memperluas jangkauan program KHDTK dan mempercepat transformasi kawasan hutan menjadi pusat pengetahuan dan pengembangan bisnis berkelanjutan.

“Kami ingin membangun University Research to Business Operation, yakni menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan riil di lapangan agar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Helmi.

Pendekatan ini memungkinkan KHDTK tidak hanya menjadi tempat konservasi alam, tetapi juga pusat inovasi yang menghasilkan solusi nyata untuk berbagai tantangan lingkungan dan sosial, seperti ketahanan pangan, ekonomi hijau, dan perubahan iklim.

Tonggak Baru bagi Kalimantan Selatan

Dengan legalitas yang telah diperkuat melalui SK Menteri LHK Nomor SK.900/Menlhk/Setjen/PLA.0/12/2016, ULM kini memiliki pijakan kuat untuk mengelola kawasan hutan Gunung Waringin dan Pegunungan Babaris sebagai bagian dari KHDTK.

Keberadaan kawasan ini memiliki makna strategis, bukan hanya dari sisi ekologi, tetapi juga dari segi sosial dan ekonomi. Melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan ilmu kehutanan, teknologi, sosial ekonomi, dan pendidikan, ULM ingin memastikan bahwa hutan tidak hanya lestari secara ekologis, tetapi juga memberi manfaat konkret bagi masyarakat di sekitarnya.


Dengan dukungan penuh dari kementerian, sinergi dengan berbagai pihak, serta semangat inovasi dari civitas akademika, KHDTK ULM siap menjadi simbol baru dari perguruan tinggi yang relevan, berdaya guna, dan berorientasi masa depan—sebuah contoh bagaimana pendidikan tinggi bisa menjadi motor penggerak perubahan sosial dan lingkungan yang positif.

“Kami tidak ingin sekadar menjadi pengamat perubahan, tetapi menjadi bagian dari solusi. KHDTK ULM adalah wujud nyata dari komitmen itu,” pungkas Rektor ULM.


Sumber:
https://www.antaranews.com/berita/5019269/ulm-wujudkan-pusat-riset-dan-edukasi-hutan-berkelanjutan

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO