Sampah di Yogya Dikelola Danantara, Bagaimana Nasib Swasta yang Sudah Investasi?

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, menjelaskan bahwa saat ini Pemkot masih bekerja sama dengan dua pihak swasta dalam pengolahan sampah. Kerja sama tersebut nantinya akan dievaluasi ketika PSEL mulai beroperasi secara resmi.
“Ya, kita ada dua. Yang pertama dengan ITF Bawuran, dan yang kedua dengan PT JOS—PT Jogja Olah Sampah yang mengelola sampah di Depo Purawisata, THR,” ujar Haryoko kepada awak media di DPRD DIY, Kamis (13/11).
“Untuk swasta otomatis nanti kami akan tinjau ulang, kami evaluasi apakah kami masih butuh atau tidak,” lanjutnya.
Meski demikian, Haryoko menegaskan bahwa peran pihak swasta kemungkinan tetap dibutuhkan. Tidak semua jenis sampah dapat diterima fasilitas PSEL, sehingga diperlukan pengelola lain untuk menangani jenis sampah tertentu.
“PSEL tidak bisa menerima semua jenis sampah. Sampah seperti ban atau furniture itu tidak bisa masuk ke PSEL. Jadi mau tidak mau kami tetap membutuhkan off taker atau pihak lain yang dapat mengelolanya,” jelasnya.
“Tidak semua sampah 100 persen bisa masuk PSEL,” tegasnya.
DLH Kota Yogyakarta mencatat bahwa timbulan sampah di Kota Yogyakarta saat ini mencapai 332,48 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 15,94 persen belum dapat dikelola sepenuhnya. Selama ini Pemkot mendapatkan dukungan dari Pemda DIY untuk memproses sampah di TPA Regional Piyungan.
“Kita mengajukan 300 ton per minggu ke TPST Piyungan,” kata Haryoko.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




