Berita

Jambi Perkuat Komitmen Implementasi REDD+ untuk Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

Pemerintah Provinsi Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan program Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+), sebuah inisiatif global yang dirancang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan insentif kepada negara berkembang yang berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, menyampaikan bahwa upaya tersebut telah terintegrasi dalam roadmap pertumbuhan ekonomi hijau Jambi 2019-2045, yang juga selaras dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi 2021-2026.

“Kami berkomitmen menciptakan pembangunan yang inklusif dan merata, sekaligus memastikan ekosistem tetap sehat, sehingga target pengurangan emisi gas rumah kaca dapat tercapai untuk mengatasi dampak perubahan iklim,” ujar Sudirman di Jambi, Selasa (28/11).

Jambi, Rumah Ekosistem Lengkap di Sumatera

Provinsi Jambi dikenal memiliki keanekaragaman ekosistem yang paling lengkap di Pulau Sumatera, mulai dari pegunungan, hutan dataran rendah, hingga ekosistem pesisir dan laut. Ekosistem tersebut tersebar di empat taman nasional besar, yaitu:

  1. Taman Nasional Kerinci Seblat
  2. Taman Nasional Bukit Dua Belas
  3. Taman Nasional Bukit Tigapuluh
  4. Taman Nasional Berbak Sembilang

Selain taman nasional, Jambi juga memiliki kawasan hutan lindung, Taman Hutan Raya (Tahura), dan hutan adat, yang semuanya memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Sudirman menegaskan bahwa keberadaan aset lingkungan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk dijaga dan dipulihkan dari potensi kerusakan.

Perencanaan Jangka Panjang untuk Perubahan Iklim

Provinsi Jambi saat ini tengah menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Sudirman menegaskan bahwa dokumen tersebut akan tetap konsisten mengintegrasikan isu perubahan iklim, sehingga implementasi REDD+ di Jambi dapat dijalankan dengan baik.

“Komitmen kami untuk mewujudkan ekonomi hijau melalui implementasi REDD+ besar harapannya akan memberikan kontribusi positif pada target pertumbuhan ekonomi hijau Provinsi Jambi,” katanya.

Sumber Pembiayaan untuk Aksi REDD+

Implementasi REDD+ di Jambi didukung oleh berbagai sumber pembiayaan, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, Provinsi Jambi juga mendapat dukungan dari mitra pembangunan seperti pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi.

Beberapa program pendanaan internasional yang mendukung implementasi REDD+ di Jambi antara lain:

  • Program BioCF-ISFL (BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes)
  • Green Climate Fund (GCF) Output 2

Hingga Agustus 2024, Program BioCF-ISFL Fase Pra-Investasi telah memberikan reimbursement sebesar Rp52,75 miliar kepada Provinsi Jambi melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan. Saat ini, pengajuan reimbursement semester II tahun 2024 sebesar Rp8,9 miliar sedang dalam proses verifikasi.

“Program ini tidak hanya mendukung pengelolaan hutan secara berkelanjutan, tetapi juga menjadi salah satu sumber pendapatan daerah bagi Pemerintah Provinsi Jambi,” jelas Sudirman.

Lokasi Implementasi Program REDD+ di Jambi

Pelaksanaan Program BioCF-ISFL di Provinsi Jambi mencakup empat taman nasional serta beberapa Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), seperti:

  • KPHP Merangin
  • KPHP Bungo
  • KPHP Sarolangun Hilir
  • KPHP Tanjung Jabung Barat

Sementara itu, lokasi implementasi Program GCF Output 2 Provinsi Jambi melibatkan delapan KPHP, yaitu:

  • KPHP Kerinci
  • KPHP Sarolangun Hulu
  • KPHP Tebo Barat
  • KPHP Tebo Timur
  • KPHP Batanghari
  • KPHP Muaro Jambi
  • KPHP Tanjung Jabung Timur
  • UPTD Tahura

Komitmen Bersama untuk Masa Depan Berkelanjutan

Sekdaprov Jambi mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca di Jambi, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Keuangan, serta komunitas internasional.

Melalui sinergi antara pemerintah, swasta, dan mitra pembangunan, Sudirman optimis implementasi REDD+ di Jambi akan berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dengan memanfaatkan potensi keanekaragaman hayati yang kita miliki, kita dapat berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim global serta menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kelestarian lingkungan,” tutupnya.

Sumber:

https://www.antaranews.com/berita/4494049/pemprov-jambi-komitmen-implementasikan-konsep-redd-

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO