Tokoh

Bobby pejuang lingkungan pulau pari

Mustaghfirin, yang akrab disapa Bobby, adalah seorang nelayan tradisional sekaligus penjaga ekosistem pesisir. Dalam kesehariannya, Bobby tak hanya mencari nafkah sebagai nelayan, tetapi juga aktif merawat hutan mangrove di pesisir Pulau Pari. Ia mengumpulkan benih mangrove, menanamnya, dan merawatnya sebagai upaya melestarikan lingkungan sekaligus melindungi tanah airnya dari dampak kerusakan yang disebabkan oleh pengembangan korporasi.

Bobby bersama komunitas Forum Warga Pulihkan Jakarta, yang bersolidaritas dengan masyarakat Pulau Pari, memperjuangkan hak atas ruang hidup mereka. Forum ini menyoroti pengembangan Pulau Tengah dan Pulau Kudus Karang di gugus Pulau Pari sebagai kebijakan yang dinilai tidak berkeadilan, hanya mengutamakan keuntungan korporasi tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kerusakan Lingkungan Akibat Pengembangan Eksploitatif

Pengembangan Pulau Tengah dan Pulau Kudus Karang dilakukan dengan pendekatan eksploitatif, termasuk reklamasi, pengerukan laut dangkal, dan pembabatan mangrove. Tindakan ini telah memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat Pulau Pari.

  1. Kerusakan Ekosistem Laut
    • Aktivitas reklamasi dan pengerukan menyebabkan sedimentasi yang merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang dan lamun.
    • Penurunan ekosistem laut ini berdampak langsung pada berkurangnya ketersediaan ikan, yang merupakan sumber penghidupan utama nelayan tradisional Pulau Pari.
  2. Kualitas Air Laut Memburuk
    • Penurunan kualitas air laut mengakibatkan petani rumput laut kerap mengalami gagal panen. Dampak ini merugikan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada budidaya rumput laut.
  3. Hilangnya Mangrove
    • Pembabatan mangrove tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati tetapi juga mengurangi perlindungan alami pantai dari abrasi dan banjir.

Perampasan Ruang Hidup dan Aktivitas Melawan Hukum

Selain kerusakan lingkungan, masyarakat Pulau Pari juga menghadapi perampasan ruang hidup akibat tindakan semena-mena dari pengelola pulau-pulau yang dikuasai pengembang.

  • Larangan Beraktivitas di Laut Sekitar Pulau
    • Nelayan dan petani rumput laut dilarang mencari ikan atau melakukan budidaya di sekitar Pulau Tengah. Padahal, sebelum dikelola pengembang, masyarakat sudah memanfaatkan laut tersebut secara turun-temurun.
  • Pembatasan Akses dengan Jalur Laut Dirantai
    • Pada tahun 2022, pengelola Pulau Tengah bahkan merantai jalur laut yang menjadi akses utama kapal nelayan. Tindakan ini menghambat nelayan untuk beraktivitas dan melanggar prinsip bahwa laut adalah barang publik yang tidak boleh dimonopoli oleh pihak tertentu.

Seruan Keadilan untuk Pulau Pari

Komunitas Forum Warga Pulihkan Jakarta menilai bahwa pengembangan eksploitatif ini tidak hanya merugikan masyarakat Pulau Pari secara khusus tetapi juga melemahkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara umum. Mereka menyerukan penghentian aktivitas yang merusak lingkungan dan menindas masyarakat lokal, serta menuntut kebijakan yang lebih berkeadilan dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Perjuangan Bobby dan masyarakat Pulau Pari adalah simbol perlawanan rakyat terhadap eksploitasi korporasi yang mengabaikan hak-hak dasar manusia dan kelestarian alam. Masyarakat berharap pemerintah dan publik dapat bersolidaritas untuk melindungi ekosistem pesisir dan ruang hidup yang menjadi tumpuan mereka.

sumber :

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO