Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Bapak KH. Ma’ruf Amin meresmikan Pusat Pembelajaran (Center of Excellence) TOSS, DHYRECS, dan Kompor Biomassa

(Jum’at, 03 Oktober 2025) – 50 persen kegiatan peresmian Pusat Pembelajaran (center of excellence) ini menggunakan energi listrik yang bersumber dari sampah dan matahari. Selain itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demo memasak rendang, goreng pisang, dan panggang kebab dengan menggunakan kompor biomassa dengan bahan bakar terbarukan yang diolah dari sampah organik dan residu biomassa.
Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, KH. Ma’ruf Amin menghargai hadirnya Pusat Pembelajaran (center of excellence) Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS), Distributed Hybrid Renewable Energy for Community Solutions (DHYRECS), dan Kompor Biomassa yang merupakan karya anak bangsa.

“Terimakasih kepada Yayasan Dana Mitra Lingkungan (DML) yang telah membimbing dan mendukung perusahaan rintisan Comestoarra. Terimakasih juga kepada Bakso Lapangan Tembak Senayan yang telah menjadi contoh pengolahan sampah di sumbernya dan pemanfaatannya menjadi energi listrik dan biochar. Semoga langkah ini bisa menjadi solusi terhadap masalah sampah, energi, pangan, dan kesehatan lingkungan di Indonesia,” ujar KH. Ma’ruf Amin.
KH. Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh perusahaan rintisan Comestoarra terkait pengolahan sampah menjadi energi terbarukan sudah tersirat dalam Surat Yasin ayat 80.
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ
“(Dialah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau. Kemudian, seketika itu kamu menyalakan (api) darinya.”
KH. Ma’ruf Amin juga menambahkan bahwa Comestoarra, DML, dan Bakso Lapangan Tembak Senayan telah melakukan “iqra”, meneliti, memahami, dan memaknai hubungan antara TOSS, DHYRECS, kompor biomassa dengan surat Yasin ayat 80 tersebut.
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!”
“Al-Qur’an dalam surat Al-Alaq ayat 1 juga menuntun kita terus berinovasi dalam menjalani kehidupan.
yang artinya, ‘Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!’ sehingga kita (manusia) tidak bisa statis dalam memaknai ayat Al-Qur’an dan juga ayat kehidupan. Oleh karenanya, mari kita Iqra’ dalam segala hal untuk membangun bangsa dan mensejahterakan masyarakat,” terang KH. Ma’ruf Amin.
Pusat Pembelajaran (Center of Excellence) TOSS, DHYRECS, dan Kompor Biomassa sebagai Pusat Pelatihan, Konsultasi, dan Pengembangan
Setelah 7 (tujuh) tahun melakukan serangkaian penelitian, uji coba, pengembangan, dan pembuatan Uji Coba (pilot project) di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, akhirnya TOSS dan DHYRECS hadir di pusat pemerintahan Indonesia, Daerah Khusus Jakarta.
Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) dan Distributed Hybrid Renewable Energy for Community Solutions (DHYRECS) adalah inisiatif dan karya inovasi dari perusahaan rintisan Comestoarra yang digagas oleh Dr. Ir. Supriadi Legino. Sedangkan kompor biomassa adalah karya inovasi dari Dr. Fadjar Goembira dari Universitas Andalas yang telah bekerja sama dengan Comestoarra sejak 2023. Dalam perjalanannya, Comestoarra mendapatkan dukungan dari Yayasan Dana Mitra Lingkungan (DML). DML membimbing Comestoarra untuk bisa mereplikasi TOSS, DHYRECS, dan Kompor Biomassa dan merealisasikan Pusat Pembelajaran (Center of Excellence) yang berlokasi di Bakso Lapangan Tembak Senayan cabang Setiabudi, Jakarta Selatan.

Ketua Pembina DML, Agustanzil Sjahroezah mengatakan bahwa Yayasan yang didirikan oleh Prof. Emil Salim ini memang fokus pada penanganan masalah lingkungan dan perubahan iklim dengan berkolaborasi dengan seluruh para pemangku kepentingan di Indonesia.
“Dalam perjalanannya, kami melihat masalah sampah bukan hanya sekedar isu nasional, tapi juga global. Sampah juga membawa dampak negatif bukan hanya masalah pencemaran lingkungan, tapi juga terkait isu energi, kemiskinan, serta kesehatan masyarakat,” ujar Agustanzil Sjahroezah.
Ketua Pembina DML menegaskan bahwa DML telah melakukan kajian hingga penyelenggaraan webinar dari banyaknya metoda pengelolaan sampah. Namun akhirnya, DML memandang Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) yang mampu menyelesaikan permasalahan sampah secara tuntas. Bukan hanya sekedar mengolah sampah, tapi juga memberdayakan masyarakat serta memberikan manfaat, khususnya di bidang energi baru dan terbarukan.
Dalam rangkaian kegiatan peresmian Pusat Pembelajaran (center of excellence) TOSS, DHYRECS, dan Kompor Biomassa, KH Ma’ruf Amin dan perwakilan pemerintah, seperti Kementerian ESDM, Kementerian LH, dan BP Taskin maupun pemangku kepentingan seperti Asosiasi Masyarakat Energi Biomassa Indonesia meninjau langsung fasilitas TOSS dan DHYRECS.
Tinjauan awal dilakukan di area baterai penyimpan energi (battery storage), yang merupakan baterai yang berfungsi menyimpan energi yang dihasilkan dari hasil olahan sampah organik restoran dan residu biomassa di area Bakso Lapangan Tembak Senayan yang kemudian digasifikasi dan dialirkan ke generator/genset. Selain itu, energi matahari yang diserap oleh panel surya di area shelter TOSS, juga disimpan di dalam baterai. Sehingga Bakso Lapangan Tembak mampu memanfaatkan energi listrik tersebut untuk kepentingan operasionalnya.

Tinjauan dilanjutkan ke area demo memasak rendang, goreng pisang, dan panggang kebab. Di area ini, KH. Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa kompor biomassa dan bahan bakarnya bisa menjadi pilihan pengganti gas LPG, minyak tanah, dan kayu bakar bagi seluruh pesantren di Indonesia. KH. Ma’ruf Amin juga menyatakan bahwa kompor biomassa ini juga bisa menjadi solusi ketahanan energi dan pangan nasional khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

Tinjauan diakhiri di shelter Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) yang menjadi area pemrosesan sampah organik dan residu biomassa Bakso Lapangan Tembak Senayan.
Dalam hal ini Bakso Lapangan Tembak Senayan sudah melakukan pemilahan sampah organik dan nonorganik. Sampah organik (termasuk residu biomassa) dimasukkan ke dalam box biodrying (kotak bio-pengeringan), disiram bioaktivator, dan setelah 3 (tiga) hari dilakukan pencacahan serta dilanjutkan peletisasi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Center of Excellence dapat menghubungi Erni di nomor +62-81281226936, email: danamitralingkungan@gmail.com
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




