Dokumen

Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Kota Surakarta Tahun Anggaran 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, bekerja sama dengan PT Pancasula, telah merampungkan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Kota Surakarta Tahun Anggaran 2019. Laporan ini menjadi langkah krusial dan mendesak untuk memahami beban emisi GRK di wilayah Surakarta. Tujuannya jelas: menyediakan data ilmiah dan valid mengenai potensi emisi kota, sekaligus menjadi dasar perencanaan pengelolaan dan reduksi emisi GRK guna memastikan ketersediaan udara yang sehat, layak, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Surakarta. Laporan ini juga menyoroti kategori kunci sumber emisi yang perlu menjadi prioritas utama penanganan emisi lokal.

Hasil inventarisasi GRK tahun 2019 menunjukkan angka emisi total sebesar 1.534.325,77 ton CO2e/tahun, sebuah peningkatan dibandingkan tahun 2018. Sektor Penggunaan Energi menjadi kontributor utama yang sangat dominan (84%), diikuti oleh Pengelolaan Limbah (12%), dan Pertanian, Kehutanan, serta Penggunaan Lahan (AFOLU) sebesar 4%. Karbondioksida (CO2) adalah parameter gas paling dominan yang dihasilkan, sejalan dengan tren global, terutama dari pembakaran sempurna bahan bakar akibat aktivitas perkotaan modern. Dalam kategori energi, konsumsi listrik (64%) dan transportasi jalan raya (26%) adalah penyumbang terbesar. Perlu dicatat, emisi dari konsumsi listrik di Surakarta bersifat “bangkitan” tidak langsung, karena tidak ada pembangkit listrik di wilayah administratif kota; artinya, dampaknya dirasakan di lokasi pembangkit berada. Tantangan utama yang dihadapi meliputi ketergantungan tinggi pada bahan bakar fosil, intensitas komuter dari wilayah penyangga (hinterland), dan rendahnya kesadaran masyarakat akan upaya pengendalian emisi.

Melihat kompleksitas masalah, laporan ini merekomendasikan perbaikan dan perubahan kultur lingkungan masyarakat sebagai fokus utama untuk menunjang keberhasilan program mitigasi. Berbagai rekomendasi strategis telah dirumuskan, termasuk: reduksi penggunaan kendaraan pribadi dan peningkatan angkutan publik yang memadai seperti Batik Solo Trans dan kereta bandara; efisiensi penggunaan energi di sektor industri dan domestik; serta peningkatan pengelolaan limbah melalui operasionalisasi PLTSa untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA Putri Cempo dan penggalakan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu, laporan menekankan pentingnya kolaborasi erat dan koordinasi data yang lebih baik antar instansi pemerintah, swasta, masyarakat, dan akademisi, salah satunya melalui pembentukan konsorsium GRK lokal, untuk memastikan konsistensi dan keberlanjutan upaya inventarisasi dan mitigasi di masa depan.

Source:

https://www.linkedin.com/posts/zonaebt_inventarisasi-gas-rumah-kaca-kota-surakarta-activity-7338761982147235841-UhPL/?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAtGGkQBsxwMBmX3lEJO8btihnfBCaHqTz4

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO