Pemprov Banten Lanjutkan Program Normalisasi Sungai Cibanten untuk Cegah Banjir

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWSC3) dan Pemerintah Kota Serang melanjutkan program pengendalian banjir Sungai Cibanten. Program ini mencakup kegiatan pengerukan, normalisasi aliran sungai, serta pembangunan parapet atau dinding penahan tanah di sejumlah titik strategis.
Gubernur Banten Andra Soni dalam peninjauan di Kota Serang pada Jumat mengatakan, pengecekan dilakukan di alur Kali Pembuang Cibanten, yang sebelumnya dipadati bangunan liar. Penertiban kawasan tersebut oleh Pemkot Serang telah berdampak positif terhadap kelancaran aliran air saat hujan deras.
“Alhamdulillah, dampaknya terhadap pengendalian banjir mulai terasa ketika hujan besar,” ujar Andra.
Ia menambahkan, Pemprov Banten berperan penting dalam pengerjaan lanjutan dari kawasan Rau agar debit air Sungai Cibanten dapat mengalir lancar ke hilir.
“Kami meninjau pengerukan dan proses normalisasi Sungai Cibanten agar aliran airnya lebih optimal,” tambahnya.
Tindak Lanjut dari Penanganan Banjir Sebelumnya
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, Alran Marzan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penanganan banjir besar yang terjadi pada akhir tahun lalu. Salah satu titik utama yang menjadi perhatian adalah area Sukadana, yang sebelumnya mengalami penyempitan aliran akibat bangunan liar.
“Pak Wali Kota sudah menertibkan bangunan liar, dan sekarang pengerjaannya langsung ditindaklanjuti oleh BBWSC3,” kata Alran.
Pemprov Banten juga telah mengalokasikan anggaran perubahan untuk mendukung normalisasi Sungai Cibanten serta perbaikan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Cibanten. Bahkan, berdasarkan dialog Gubernur dengan nelayan, BBWSC3 berencana menganggarkan normalisasi hingga ke muara Sungai Cibanten pada tahun 2026.
Rincian Pengerjaan Normalisasi
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai Satu BBWSC3, Junaedy Malay, memaparkan bahwa pengerjaan tahun ini merupakan kelanjutan dari program 2023. Panjang normalisasi yang dilakukan mencapai:
- 1,9 kilometer di alur utama Sungai Cibanten
- 1,5 kilometer di Kali Pembuang
“Tujuan pekerjaan ini adalah mengendalikan banjir seperti yang pernah terjadi pada 2021,” ujar Junaedy.
Ia menambahkan bahwa selain pengerukan, BBWSC3 juga membangun parapet atau dinding penahan tanah di beberapa titik, sehingga penanganan tidak hanya berfokus pada penggalian sungai semata.
Saat ini, pekerjaan difokuskan di segmen Jembatan Kenari, dengan panjang sekitar 500 meter ke arah hilir dan 1 kilometer ke arah hulu.
“Mudah-mudahan pekerjaan ini bisa berlanjut sampai ke hulu,” kata Junaedy optimistis.
Sumber: Antara News
Humanize 353 words
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




