PLTS terapung pertama di Batam, waduk tembesi bakal jadi contoh

Batam Siap Punya PLTS Terapung Pertama: Tembesi 46 MWp
Batam akan segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung pertamanya, menandai langkah signifikan dalam transisi energi di wilayah tersebut. Proyek ini dibangun di Waduk Tembesi dan memiliki kapasitas puncak sebesar 46 Megawatt peak (MWp).
Detail dan Signifikansi Proyek
| Detail Proyek | Keterangan |
| Lokasi | Waduk Tembesi, Batam |
| Kapasitas | 46 MWp (Megawatt peak) |
| Status | Proyek Strategis Nasional (PSN) |
| Perkiraan Operasi | Pertengahan tahun 2026 |
| Peringkat Nasional | PLTS terapung terbesar kedua di Indonesia (setelah PLTS Cirata) |
Proyek PLTS Tembesi tidak hanya menjadi lompatan besar dalam pemanfaatan energi terbarukan, tetapi juga membuka peluang baru untuk menggunakan ruang air waduk sebagai sumber energi bersih yang berkelanjutan.
Peluang Replikasi dan Dukungan Regional
Direktur Operasi PLN Nusantara Renewables, Kuswara, menyampaikan bahwa Batam memiliki banyak waduk yang berpotensi dimanfaatkan untuk proyek panel surya serupa.
“Kalau di Batam ini akan jadi yang pertama kali. Harapannya nanti akan muncul replikasi-replikasi proyek lain yang di waduk,” ujarnya, menekankan peran PLTS Tembesi sebagai proyek percontohan.
Dampak Ekonomi dan Energi
Energi bersih yang dihasilkan oleh PLTS Tembesi diharapkan memberikan dampak positif ganda:
- Menopang Kebutuhan Listrik: Pasokan listrik akan memperkuat dan menopang kebutuhan energi di wilayah Kepulauan Riau.
- Mendorong Investasi: Ketersediaan energi bersih yang stabil akan menarik minat investasi asing ke Batam, yang pada akhirnya diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lokal.
Dengan menjadikannya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), pemerintah menggarisbawahi pentingnya PLTS Tembesi dalam agenda pembangunan energi berkelanjutan Indonesia.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




