Berita

Pemerintah Perkuat Perlindungan Gajah Sumatra, Reforestasi Besar-besaran Dimulai di Taman Nasional Tesso Nilo

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi hutan dan satwa liar Indonesia, khususnya gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), melalui upaya pemulihan habitat di Pulau Sumatra.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhut usai membuka kegiatan sterilisasi kucing dan program Kementerian Kehutanan Ramah Hewan di Jakarta, Kamis. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pemulihan kawasan hutan melalui program reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo.

Langkah pemulihan tersebut dilakukan setelah pemerintah berhasil mengambil kembali penguasaan lahan di kawasan konservasi yang selama bertahun-tahun dikuasai secara ilegal, termasuk penertiban perkebunan kelapa sawit ilegal yang berada di dalam wilayah taman nasional.

Menurut Raja Juli Antoni, penertiban ini menjadi langkah penting karena persoalan perkebunan ilegal di Tesso Nilo telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penanganan yang signifikan. Ia menegaskan bahwa baru pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tindakan tegas dilakukan untuk menyelamatkan kawasan konservasi tersebut.

“Harus dicatat bahwa setelah puluhan tahun, baru kali ini pemerintah di bawah kepemimpinan Pak Presiden Prabowo Subianto melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan Taman Nasional Tesso Nilo,” ujar Raja Juli Antoni.

Penertiban kawasan hutan tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan yang bertugas mengembalikan fungsi kawasan konservasi yang selama ini telah beralih menjadi lahan perkebunan ilegal.

Setelah penguasaan kembali lahan dilakukan, Kementerian Kehutanan menargetkan program pemulihan ekosistem seluas 66.704 hektare di kawasan Tesso Nilo. Tahap awal program ini akan dimulai pada tahun 2026 dengan reforestasi di area seluas 2.574 hektare.

Sebagai bagian dari penguatan dukungan terhadap program tersebut, Menteri Kehutanan juga berencana kembali meninjau langsung kawasan Tesso Nilo pada pekan depan bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan dukungan politik dan koordinasi lintas lembaga dalam upaya penyelamatan kawasan hutan dan habitat satwa liar.

Selain fokus pada Tesso Nilo, pemerintah juga melakukan pembenahan di beberapa kawasan konservasi lain di Provinsi Riau, seperti Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil–Bukit Batu (Sebanga) dan wilayah Minas, yang menjadi habitat penting bagi populasi gajah Sumatra.

Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa berbagai langkah perbaikan telah dilakukan di kawasan tersebut, termasuk pembangunan fasilitas pendukung bagi konservasi gajah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas area habitat yang sebelumnya sangat terbatas.

“Sebanga dulu hanya tersisa sekitar satu hektare, sekarang sudah bisa berkembang hingga sekitar 15 hektare,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat fasilitas kesehatan dan pengelolaan satwa, terutama untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) yang dapat mematikan bagi gajah. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain pembangunan embung sebagai sumber air minum, kandang jepit untuk penanganan medis gajah yang sakit, serta program pengayaan pakan guna meningkatkan kualitas nutrisi satwa.

Ke depan, pemerintah juga merencanakan pembangunan rumah sakit khusus gajah yang akan bekerja sama dengan lembaga konservasi dari India, negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan dan perawatan gajah.

Menurut Menhut, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah untuk menjaga kelestarian satwa karismatik Indonesia sekaligus memulihkan ekosistem hutan yang menjadi habitat alaminya.

“Perjalanan ini masih panjang, tetapi pemerintah terus bergerak dan melakukan perbaikan secara bertahap,” ujar Raja Juli Antoni.

Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk melindungi hutan dan satwa liar merupakan bagian dari tanggung jawab menjaga kekayaan hayati Indonesia bagi generasi mendatang.

Sumber:

https://www.antaranews.com/berita/5470483/menhut-kejar-pemulihan-tn-tesso-nilo-dan-habitat-gajah-lain

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO