KLH Masih Teliti Endapan Pestisida di Sungai Cisadane, Warga Diminta Sementara Tidak Konsumsi Ikan

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih melakukan pemeriksaan terhadap endapan pestisida di Sungai Cisadane setelah terjadinya pencemaran yang diduga berasal dari kebocoran bahan kimia. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari wilayah sungai tersebut.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pihaknya masih memantau kondisi sedimentasi sungai untuk memastikan apakah masih terdapat residu pestisida yang tertahan di dasar sungai.
“Kami memang belum menyatakan bahwa persoalan endapan pestisida telah selesai. Saat ini kami akan melakukan pengambilan sampel tahap kedua pada awal bulan depan. Pemeriksaan sedimentasi dilakukan setiap satu bulan sekali untuk melihat apakah masih ada endapan pestisida yang tertahan di sana,” ujar Hanif di Jakarta, Senin malam.
Menurut Hanif, residu pestisida berpotensi masih berada di lapisan sedimen Sungai Cisadane, meskipun belum dapat dipastikan apakah kandungannya masih berada pada tingkat yang membahayakan atau tidak.
Karena itu, KLH akan kembali melakukan pengambilan sampel di sejumlah titik untuk memastikan kondisi lingkungan sungai sudah aman dan tidak lagi mengandung pestisida dalam kadar berbahaya.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, masyarakat diminta untuk menghindari konsumsi ikan dari wilayah sungai yang terdampak pencemaran sebagai langkah pencegahan.
“Untuk sementara, sebaiknya masyarakat mencari sumber ikan dari tempat lain,” kata Hanif.
Sebelumnya, KLH menemukan adanya pencemaran cairan pestisida yang mengalir dari Sungai Jeletreng hingga Sungai Cisadane dengan panjang wilayah terdampak sekitar 22,5 kilometer.
Area yang terkena dampak pencemaran tersebut meliputi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.
Pencemaran terjadi setelah kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama pada awal Februari, yang menyebabkan cairan pestisida bocor dan mengalir ke badan air hingga mencemari aliran sungai.
KLH saat ini terus melakukan pemantauan kualitas air dan sedimen sungai guna memastikan proses pemulihan lingkungan berjalan dengan baik serta tidak membahayakan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




