Bappenas Peringatkan Potensi Krisis Air di Pulau Jawa, Jakarta dan Jawa Timur Jadi Sorotan

Sejumlah wilayah di Indonesia menghadapi ancaman krisis air, terutama di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menjadi perhatian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, yang menilai ketimpangan distribusi air menjadi salah satu tantangan utama pengelolaan sumber daya air nasional.
Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin mengatakan bahwa secara rata-rata ketersediaan air di Indonesia masih relatif aman. Namun jika dilihat berdasarkan wilayah, Pulau Jawa menjadi daerah yang paling rentan mengalami kekurangan air.
“Secara rata-rata Indonesia masih aman dalam hal ketersediaan air. Tetapi jika dilihat per pulau atau wilayah, daerah yang paling banyak mengalami kekurangan air berada di Pulau Jawa,” kata Dadang.
Menurutnya, beberapa daerah yang memiliki persoalan serius terkait ketersediaan air antara lain Jakarta dan Jawa Timur, serta sejumlah wilayah di Jawa Barat. Sementara di luar Pulau Jawa, wilayah sekitar Medan, Sumatera Utara, dan Makassar, Sulawesi Selatan juga menjadi perhatian.
Ketersediaan Air Besar, tetapi Distribusi Tidak Merata
Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2021, potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai sekitar 3,9 miliar meter kubik per tahun. Namun sebagian besar air tersebut digunakan untuk sektor pertanian.
Sekitar 80 persen dari total ketersediaan air nasional dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, sehingga ketersediaan air untuk sektor lain menjadi lebih terbatas.
Kebutuhan Air Diproyeksikan Naik Tajam
Selain persoalan distribusi, Indonesia juga menghadapi peningkatan kebutuhan air yang cukup signifikan. Bappenas memproyeksikan kebutuhan air nasional akan meningkat hingga 31 persen pada tahun 2045 dibandingkan tahun 2015.
Lonjakan kebutuhan tersebut dipicu oleh pertumbuhan jumlah penduduk serta peningkatan permintaan air dari sektor industri yang diperkirakan bisa meningkat hingga empat kali lipat.
Di sisi lain, terdapat beberapa faktor yang turut memperparah ancaman krisis air, seperti penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan serta keberadaan sekitar 12,7 juta hektare lahan kritis yang berpotensi mengganggu fungsi daerah tangkapan air.
Pemerintah Dorong Konservasi Sumber Daya Air
Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah mendorong berbagai langkah konservasi sumber daya air, mulai dari pengendalian pencemaran hingga pemantauan kualitas air.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program swasembada air melalui konservasi daerah aliran sungai (DAS). Program ini mencakup berbagai upaya, seperti rehabilitasi hutan dan lahan, pembangunan bendungan multifungsi, serta perbaikan sistem irigasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus mengantisipasi potensi krisis air di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa yang memiliki tekanan kebutuhan air paling tinggi.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




