Artikel

Pesan dari Kepala Kampung Klabili, Tambrauw, Papua Barat Daya

“Jika hutan kami hilang, budaya kami hilang, adat kami hilang, dan kami mau di kemanakan ?”

Perjalanan Kampung Klabili, di Distrik Selemkai, Tambrauw, Papua Barat Daya untuk menjadi lebih berdaya, tumbuh dalam kekhawatiran besar. Orang-orang Moi telah mendengar isu tentang rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bisa mengancam Lembah Klasow, sebuah wilayah adat dan ekosistem hutan tropis terakhir suku Moi di Papua Barat Daya. Sebab, wilayah barat-selatan lembah ini berbatasan langsung dengan lahan konsesi perusahaan perkebunan kelapa sawit di Distrik Klamono dan Sayosa. Jika hutan habis, maka hilang pula sumber kehidupan suku Moi. Falsafah suku Moi, tam sini atau hutan adalah ibu, tiada berarti.

Untuk menghadapi tantangan itu, masyarakat Moi di Selemkai memilih fokus mengembangkan potensi kampung. Di tengah keterbatasan, setidaknya ada satu kabar baik dari Selemkai. Masa depan pelestarian hutan, laut, kebudayaan, ekowisata, dan literasi berada di tangan orang-orang mudanya.

Sampai saat ini beliau di komunitas nya aktif menjaga kelestarian burung, karena banyak sekali wisatawan yang belajar di ekowisata konservasi burung.

Source : arah singgah

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO