PLN dukung proyek raksasa PSEL Bali, sulap 1.650 Ton sampah jadi setrum 30 MW
PSEL Sulap 1.650 Ton Sampah Menjadi Listrik 30 MW
Pemerintah Indonesia bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN resmi memulai proyek raksasa ramah lingkungan di Bali melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bali.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Sponsor Agreement dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada Rabu (8/7/2026) di Denpasar Selatan. Proyek ini diharapkan menjadi solusi konkret atas darurat sampah sekaligus penguat sistem kelistrikan berbasis energi bersih.
Detail Proyek PSEL Bali & Target Nasional
Proyek ini tidak hanya menyasar pembersihan wilayah Bali, tetapi juga menjadi bagian dari peta jalan transisi energi nasional. Berikut adalah rincian target kapasitasnya:
| Parameter | PSEL Bali | Target Nasional (11 Lokasi) |
| Kapasitas Pengolahan Sampah | 1.200 s.d. 1.650 ton / hari | 14.928 ton / hari |
| Potensi Energi Listrik | 30 Megawatt (MW) | 310,3 Megawatt (MW) |
Sinergi Strategis Multi-Pihak
Keberhasilan proyek ini didorong oleh kolaborasi erat antara pemerintah pusat, BUMN, dan sektor swasta:
-
PLN (Persero): Bertindak sebagai offtaker (pembeli siaga) yang akan menyerap daya listrik yang dihasilkan ke dalam sistem kelistrikan nasional secara andal.
-
Danantara Indonesia: Pengawas dan fasilitator percepatan proyek sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
-
PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera): Perusahaan induk (holding) yang menaungi seluruh entitas pelaksana PSEL di Indonesia.
-
PT Weiming Nusantara Bali New Energy: Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) yang bertanggung jawab atas konstruksi dan operasional fisik PSEL Bali.
Landasan Regulasi & Dukungan Pemerintah
Akselerasi pembangunan PSEL ini dapat terwujud berkat penyederhanaan regulasi yang selama ini menjadi hambatan klasik bagi investasi hijau.
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi payung hukum utama yang memperjelas tata kelola dan memperkuat kepastian kerja sama antarinstansi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa regulasi baru ini memangkas birokrasi berbelit-belit agar manfaat nyata lingkungan dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Dampak Positif Bagi Bali dan Sektor Pariwisata
Selain memproduksi listrik bersih, PSEL Bali diproyeksikan membawa dampak jangka panjang yang signifikan:
-
Solusi Sampah Sarbagita: Menjadi jawaban atas beban sampah di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita).
-
Peningkatan Citra Pariwisata: Gubernur Bali I Wayan Koster optimistis kawasan Bali yang lebih bersih akan langsung mendongkrak citra pariwisata Pulau Dewata di mata dunia.
-
Investasi Masa Depan: Menghindari beban ekologis bagi generasi masa depan Bali dengan memotong rantai penumpukan sampah di TPA.
Pemilahan dari Rumah
Meskipun teknologi PSEL mampu mengolah ribuan ton sampah, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa efisiensi teknologi ini tetap bergantung pada kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Tanpa pemilahan hulu yang baik, proses pengolahan di hilir (PSEL) tidak akan berjalan optimal.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




