Praktik Baik

Dari Bencana Longsor Lahir Listrik Mandiri: Warga Kulon Progo Nikmati Energi Murah Berkat KKN UGM

KULON PROGO – Siapa sangka sebuah bencana longsor dapat menjadi awal dari lahirnya kemandirian energi bagi masyarakat?

Di sebuah wilayah di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, musibah longsor justru membuka jalan bagi warga untuk membangun sistem listrik mandiri. Berkat kolaborasi masyarakat dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM), sistem tersebut hingga kini telah membantu warga mendapatkan akses listrik dengan biaya yang sangat terjangkau.

Selama kurang lebih 11 tahun, masyarakat dilaporkan hanya perlu membayar sekitar Rp12 ribu per bulan untuk kebutuhan listrik dari sistem energi mandiri tersebut.

Berawal dari Bencana

Kisah ini bermula ketika bencana longsor melanda wilayah tersebut. Kondisi geografis dan akses yang tidak mudah menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, termasuk dalam memperoleh layanan energi.

Situasi tersebut kemudian mendorong munculnya gagasan untuk memanfaatkan potensi energi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Mahasiswa KKN UGM bersama masyarakat kemudian terlibat dalam proses pengembangan solusi energi yang sesuai dengan kondisi lokal. Bukan sekadar memasang teknologi, tetapi membangun sistem yang dapat dikelola dan dipertahankan oleh masyarakat sendiri.

Dari sinilah gagasan listrik mandiri berbasis potensi lokal mulai berkembang.

Warga Bukan Sekadar Pengguna

Salah satu hal menarik dari kisah tersebut adalah keterlibatan masyarakat.

Warga tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi ikut menjadi bagian dari pengelolaan sistem energi. Pendekatan semacam ini membuat teknologi yang diterapkan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam jangka panjang.

Buktinya, sistem tersebut mampu terus memberikan manfaat hingga sekitar 11 tahun kemudian.

Biaya listrik sekitar Rp12 ribu per bulan juga menunjukkan bagaimana energi berbasis komunitas dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Energi Lokal, Manfaat untuk Warga

Kisah di Kulon Progo ini memberikan pelajaran penting bahwa transisi energi tidak selalu harus dimulai dari proyek berskala besar.

Potensi energi yang ada di sekitar masyarakat dapat dikembangkan menjadi solusi lokal. Ketika teknologi, pengetahuan perguruan tinggi, dan pengalaman masyarakat dipertemukan, sebuah persoalan dapat berubah menjadi peluang.

Lebih dari sekadar menghasilkan listrik, sistem seperti ini dapat memperkuat kemandirian energi masyarakat, mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi eksternal, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengelola kebutuhan energinya sendiri.

Ketika Bencana Melahirkan Harapan

Kisah tersebut juga mengingatkan bahwa di tengah berbagai persoalan lingkungan dan bencana yang terjadi, selalu ada peluang untuk membangun solusi yang lebih berkelanjutan.

Longsor yang pada awalnya merupakan bencana ternyata menjadi pemicu lahirnya sebuah inovasi yang manfaatnya dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun.

Kolaborasi antara warga dan mahasiswa KKN UGM menjadi contoh bahwa perubahan dapat dimulai dari komunitas kecil.

Dari bencana lahir pembelajaran. Dari pembelajaran lahir inovasi. Dan dari inovasi, masyarakat bisa mendapatkan kemandirian energi.

Kisah Kulon Progo tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi terbaik bukan selalu teknologi yang paling mahal, tetapi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat dikelola bersama, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

https://www.facebook.com/reel/1496959061716293

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO