Berita

Elektrifikasi dan Energi Bersih Dinilai Jadi Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Investasi di sektor elektrifikasi dan energi bersih dinilai dapat menjadi salah satu penggerak penting untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai arah investasi tersebut semakin strategis, terutama jika Indonesia ingin keluar dari pola pertumbuhan ekonomi yang selama ini berada di kisaran 5%.

Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, Imaduddin Abdullah, menyampaikan bahwa untuk mencapai target sebagai negara berpendapatan tinggi pada 2045, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 7% hingga 8%. Namun, peningkatan tersebut tidak cukup hanya dengan menambah jumlah investasi. Kualitas investasi juga harus diperhatikan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar. Bisnis.com

Salah satu peluangnya berada pada transisi menuju ekonomi hijau. Pergerakan investasi global menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap energi terbarukan dan teknologi rendah karbon. Dalam laporan yang dikutip Bisnis.com, investasi energi terbarukan global pada 2026 mencapai sekitar US$310 miliar. Bisnis.com

Elektrifikasi yang ditopang energi terbarukan dinilai dapat meningkatkan efisiensi berbagai kegiatan ekonomi sekaligus membuka ruang investasi baru. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pembangunan pembangkit listrik, tetapi juga dapat mendorong berkembangnya industri pendukung seperti panel surya, baterai, sistem penyimpanan energi, hingga kendaraan listrik. Bisnis.com

Selain manfaat ekonomi, diversifikasi energi juga memiliki kaitan dengan ketahanan nasional. Ketergantungan yang terlalu besar terhadap satu jenis sumber energi dapat membuat perekonomian lebih rentan terhadap perubahan harga, gangguan pasokan, maupun gejolak geopolitik global. Pengembangan berbagai sumber energi domestik dapat memberikan alternatif ketika terjadi gangguan tersebut.

Dari perspektif lingkungan, percepatan elektrifikasi akan memberikan manfaat lebih besar apabila pasokan listriknya semakin berasal dari energi rendah karbon. Elektrifikasi transportasi atau industri tidak serta-merta menghasilkan penurunan emisi yang optimal apabila sistem kelistrikan masih sangat bergantung pada energi fosil.

Karena itu, pembangunan infrastruktur listrik, energi terbarukan, jaringan transmisi, penyimpanan energi, serta industri pendukung perlu dikembangkan sebagai satu ekosistem.

Transisi energi pada akhirnya bukan hanya agenda pengurangan emisi. Jika dikelola dengan tepat, elektrifikasi dapat menjadi strategi pembangunan ekonomi yang menciptakan investasi baru, meningkatkan efisiensi, memperkuat ketahanan energi, dan membuka peluang industri hijau di Indonesia.

Sumber: Bisnis.com — INDEF Sebut Investasi Elektrifikasi Jadi Kunci Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8%
https://ekonomi.bisnis.com/read/20260908/9/2002510/indef-sebut-investasi-elektrifikasi-jadi-kunci-pacu-pertumbuhan-ekonomi-8

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO