Bioekonomi dan Kontribusinya Terhadap Pencapaian SDGs: Dukungan Terhadap Transisi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan

Bioekonomi dinilai sebagai salah satu pendorong utama tercapainya 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang disepakati dunia pada tahun 2015 di Paris. Menurut Pakar Bioenergi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Tatang Hernas Soerawidjaja, setidaknya 11 dari 17 SDGs bisa didukung secara langsung melalui penerapan bioekonomi. Hal ini disampaikannya dalam sebuah diskusi media di Jakarta, Senin (30/9/2024).
Peran Bioekonomi dalam SDGs
Bioekonomi, yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya nabati dan biomassa untuk menghasilkan energi, pangan, dan produk industri, disebut mampu memenuhi kebutuhan beberapa tujuan pembangunan yang paling mendesak, seperti:
- SDG No 1: Tanpa Kemiskinan
- Bioekonomi berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor-sektor pertanian dan energi terbarukan, terutama bagi masyarakat pedesaan dan kelompok marjinal.
- SDG No 2: Tanpa Kelaparan
- Pemanfaatan sumber daya nabati secara efisien juga bisa membantu meningkatkan produksi pangan, serta mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan.
- SDG No 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan peningkatan penggunaan biofuel bisa mengurangi polusi udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
- SDG No 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak
- Restorasi ekosistem yang dilakukan sebagai bagian dari bioekonomi juga dapat membantu melindungi sumber daya air.
- SDG No 7: Energi Bersih dan Terjangkau
- Penggunaan biofuel sebagai energi terbarukan akan membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sekaligus menyediakan energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
- SDG No 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
- Bioekonomi berpotensi mendorong penciptaan lapangan kerja baru, baik di sektor energi maupun industri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
- SDG No 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
- Bioekonomi mendorong pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan, yang melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk perempuan, pemuda, dan masyarakat miskin.
- SDG No 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
- Produksi biofuel dan produk bioekonomi lainnya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, mendorong pola konsumsi yang bertanggung jawab.
- SDG No 13: Penanganan Perubahan Iklim
- Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan menggantikan bahan bakar fosil dengan biofuel, bioekonomi dapat menjadi solusi penting dalam mitigasi perubahan iklim.
- SDG No 14 dan 15: Ekosistem Lautan dan Daratan
- Bioekonomi mengedepankan pelestarian dan restorasi ekosistem, baik di darat maupun laut, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk melindungi lingkungan.
Transisi Energi dan Kemandirian Energi
Negara-negara di seluruh dunia semakin mengakui pentingnya bioekonomi, terutama dalam konteks transisi energi yang berkeadilan. Tatang menekankan bahwa penggunaan bahan bakar nabati (BBN) seperti biofuel merupakan langkah strategis untuk mempertahankan ketahanan energi, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang disebabkan oleh bahan bakar fosil.
Bioekonomi tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga memperkuat kemandirian energi nasional. Di Indonesia, penggunaan biofuel seperti biodiesel telah terbukti menghemat devisa negara secara signifikan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Penerapan bioekonomi yang inklusif dan berkelanjutan diyakini dapat mendukung pencapaian 11 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan fokus pada ketahanan energi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat mendorong lebih banyak inisiatif bioekonomi, termasuk melalui penggunaan bahan bakar nabati, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai SDGs dan memastikan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




