Lima truk sampah dari jogja terciduk buang sampah di hutan jati gunungkidul

Warga Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, menangkap basah lima truk bermuatan sampah yang membuang limbah mereka di kawasan hutan jati di Dusun Dondong. Insiden ini terjadi pada Rabu, 20 November 2024, sekitar pukul 12.30 WIB.
Kronologi Kejadian
Lurah Jetis, Agus Susanto, menjelaskan bahwa warga mulai curiga saat melihat iring-iringan truk sampah memasuki area Dondong. Warga kemudian membuntuti truk-truk tersebut dan mendapati tiga di antaranya sudah membuang sampah di kawasan hutan jati. Dua truk lainnya tidak jadi membuang sampah setelah kehadiran warga.
“Menurut sopir, sampah-sampah tersebut berasal dari depo pembuangan sampah di depan Stadion Mandala Krida, Kota Jogja,” ungkap Agus kepada detikJogja pada Kamis, 21 November 2024.
Kesepakatan Pemilik Lahan dan Masalah Perizinan
Diketahui, lahan tempat sampah dibuang merupakan milik warga setempat yang sebelumnya telah mengizinkan pihak pengelola sampah dari Jogja untuk membuang limbah di sana. Namun, Agus menekankan bahwa pemilik lahan belum mengantongi izin resmi untuk aktivitas pengelolaan sampah.
“Pemilik lahan berdalih sampah tersebut akan digunakan sebagai tanah uruk, tetapi prosedur pengelolaan sampah harus mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Desa tidak memiliki kewenangan mengeluarkan izin tersebut,” jelasnya.
Agus menambahkan bahwa izin seperti itu juga memerlukan persetujuan warga dan lingkungan sekitar, yang dalam kasus ini belum terpenuhi.
Dampak dan Tindakan Selanjutnya
Agus menegaskan bahwa praktik ini bertentangan dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan, terlebih kawasan tersebut telah dipasangi papan larangan membuang sampah.
“Pemilik lahan sudah berjanji akan membersihkan sampah tersebut, meskipun sampai saat ini tumpukan sampah basah masih berada di lokasi,” ujarnya.
Agus juga mengingatkan bahwa aktivitas pengelolaan sampah di tingkat desa harus dilakukan dengan skala kecil dan sesuai prosedur. “Kami memiliki bank sampah sebagai alternatif solusi untuk mengelola sampah secara lebih terorganisasi dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan dan ketegangan di masyarakat. Agus berharap insiden ini menjadi pelajaran untuk semua pihak agar lebih peduli terhadap tata kelola sampah yang sesuai aturan dan mendukung kelestarian lingkungan.
sumber :
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




