ABC Indonesia Perkuat Pengelolaan Sampah Kemasan, Dukung Ekonomi Sirkular Nasional

PT Heinz ABC Indonesia (ABC Indonesia) menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah kemasan sebagai bagian dari upaya mendukung ekonomi sirkular di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas sektor, perusahaan berharap dapat mengurangi sampah kemasan yang berakhir di lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari proses daur ulang.
Pemerintah Dorong Penerapan Ekonomi Sirkular
Direktur Ekonomi Sirkular dan Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rusly, mengatakan transformasi dari sistem ekonomi linear menuju ekonomi sirkular merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah di Indonesia.
Menurutnya, implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) menjadi instrumen penting agar produsen bertanggung jawab terhadap kemasan produk yang telah dikonsumsi masyarakat.
“Indonesia terus memperkuat transformasi pengelolaan sampah dari pendekatan linear menuju ekonomi sirkular yang menempatkan sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) menjadi instrumen penting untuk memastikan produsen turut bertanggung jawab terhadap kemasan pascakonsumsi yang mereka hasilkan,” ujar Agus Rusly.
Ia menambahkan, keberhasilan pengurangan sampah nasional membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, pelaku pengelolaan sampah, dan masyarakat.
Sejalan dengan Regulasi Pengurangan Sampah
Penerapan EPR merupakan amanat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
Melalui regulasi tersebut, produsen didorong untuk menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) sekaligus mengambil peran aktif dalam pengelolaan kemasan pascakonsumsi.
ABC Indonesia Gandeng IPRO
General Counsel and Head of Corporate Affairs PT Heinz ABC Indonesia, Mira Buanawati, menyampaikan bahwa perusahaan mendukung penuh agenda nasional ekonomi sirkular melalui kemitraan dengan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO).
Menurutnya, pengelolaan sampah kemasan tidak dapat dilakukan sendiri oleh produsen, tetapi membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak.
“ABC Indonesia mendukung agenda nasional dalam implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) dan ekonomi sirkular di Indonesia. Kami percaya bahwa pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi lintas sektor untuk membangun sistem yang mampu mendorong lebih banyak material kembali ke rantai daur ulang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan,” katanya.
Mira juga menyebutkan perusahaan telah mulai mengelola sebagian sampah kemasan produknya dan akan terus meningkatkan tingkat pemulihan kemasan melalui kerja sama dengan IPRO.
Tingkatkan Pemulihan Kemasan Pascakonsumsi
Sebagai organisasi nirlaba yang dibentuk oleh para produsen, IPRO berfokus pada pengumpulan dan pemulihan kemasan pascakonsumsi agar dapat kembali masuk ke rantai daur ulang.
General Manager IPRO, Reza Andreanto, mengatakan setiap kemasan seharusnya tidak berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri.
“Semakin banyak kemasan yang berhasil dipulihkan, semakin berkurang pula beban kebocoran pengelolaan sampah yang terjadi pada lingkungan dan tempat pembuangan akhir,” ujarnya.
Daur Ulang Beri Nilai Ekonomi bagi Masyarakat
Pendiri Kita Olah Indonesia, Andriansyah, menilai pengelolaan sampah melalui sistem collection for recycling tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, proses pengumpulan dan pemilahan sampah membuka peluang ekonomi bagi komunitas pengelola sampah, pengepul, hingga mitra industri daur ulang.
“Ketika masyarakat memilah sampah dan material tersebut berhasil masuk ke rantai daur ulang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat dalam proses tersebut,” jelasnya.
Kolaborasi Kunci Pengurangan Sampah Nasional
Penerapan ekonomi sirkular melalui tanggung jawab produsen diharapkan mampu mengurangi kebocoran sampah kemasan ke lingkungan sekaligus meningkatkan tingkat daur ulang nasional.
Kolaborasi antara pemerintah, produsen, organisasi pengelola sampah, pelaku industri daur ulang, serta masyarakat menjadi faktor penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi Indonesia.
https://investor.id/business/444953/abc-indonesia-siap-berkolaborasi-kelola-sampah-kemasan
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




